
Tim ekspedisi China ukur ketebalan salju di puncak Gunung Qomolangma

Foto dari udara yang diabadikan pada 26 Mei 2023 ini memperlihatkan pemandangan Gunung Qomolangma yang terlihat di ketinggian 6.000 meter di Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Sun Fei)
Ketebalan salju Gunung Qomolangma yang diukur dengan radar penembus tanah yang akurat, diperkirakan mencapai rata-rata 9,5 meter dengan variasi 1,2 meter di area puncaknya.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah tim ekspedisi China mengukur ketebalan salju di Gunung Qomolangma dengan radar penembus tanah yang akurat, dan perkiraan ketebalan rata-rata di puncak adalah 9,5 meter dengan variasi 1,2 meter, menurut sebuah makalah yang baru diterbitkan dalam jurnal The Cryosphere.Data tersebut diperoleh pada Mei tahun lalu dalam sebuah ekspedisi Gunung Qomolangma yang merupakan bagian dari ekspedisi ilmiah komprehensif kedua China di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet. Menjelajahi ketebalan salju di Gunung Qomolangma merupakan salah satu tugas dari ekspedisi ilmiah ini.Dengan mengadopsi metode pengukuran profil radar, tim ekspedisi itu menggunakan radar pengukur ketebalan 1.000 MHz untuk mengukur sepanjang batuan dasar (bedrock) yang terlihat di permukaan di bagian teratas Gunung Qomolangma, dan secara bertahap ke puncak, kata Yang Wei, seorang peneliti dari Lembaga Penelitian Dataran Tinggi Tibet di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Dia menambahkan bahwa pengukuran radar tersebut menampilkan transisi ketebalan salju yang meningkat secara bertahap di sepanjang lereng utara, yang memudahkan para peneliti untuk menginterpretasikan data secara tepat.Hasil survei tersebut akan memberikan dukungan data untuk studi tentang perubahan dinamis kriosfer di ketinggian sangat tinggi dan litosfer di puncak Gunung Qomolangma, serta juga memberikan arah baru untuk pemahaman yang lebih dalam tentang perubahan iklim di ketinggian sangat tinggi, kata Yao Tandong, ketua tim ekspedisi ilmiah kedua.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan berhasil bekukan karang Great Barrier Reef dalam percobaan pertama di dunia
Indonesia
•
19 Dec 2022

AS alami musim panas terpanas keempat dalam sejarah
Indonesia
•
12 Sep 2024

Studi ungkap cuaca ekstrem dapat picu invasi spesies pendatang
Indonesia
•
10 Nov 2023

Analisis – Sepintar-pintarnya AI, tak akan bisa jadi dokter kompeten
Indonesia
•
24 Apr 2026


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
