
Penelitian terbaru: Risiko kanker meningkat di kalangan Generasi X dan milenial

Ilustrasi. (Pixabay)
Risiko untuk mengembangkan kanker, termasuk kanker kolorektal, kanker rahim, kanker hati, dan kanker payudara, lebih tinggi bagi mereka yang berusia tiga puluhan dan empat puluhan jika mereka lahir pada tahun 1980-an dan 1990-an, dibandingkan dengan orang tua mereka.
Jakarta (Indonesia Window) – Penelitian baru dari American Cancer Society mengungkapkan bahwa Generasi X dan milenial menghadapi risiko yang jauh lebih tinggi mengidap kanker dibandingkan dengan orang tua mereka. Penelitian yang dirilis pada Rabu (31/7) tersebut menunjukkan bahwa individu yang lahir pada tahun 1980-an dan 1990-an lebih rentan terhadap 17 jenis kanker berbeda dibandingkan mereka yang lahir pada tahun 1940-an dan 1950-an."Risiko untuk mengembangkan kanker, termasuk kanker kolorektal, kanker rahim, kanker hati, dan kanker payudara, lebih tinggi bagi mereka yang berusia tiga puluhan dan empat puluhan jika mereka lahir pada tahun 1980-an dan 1990-an, dibandingkan dengan orang tua mereka," kata Dr. Bill Dahut, kepala ilmuwan di American Cancer Society.Penyebab utama dari tren ini masih belum pasti. "Kemungkinan ini disebabkan oleh faktor lingkungan, apakah itu pola makan, kurangnya olahraga, atau paparan lainnya. Kami memerlukan lebih banyak penelitian di bidang ini," tambah Dahut.Temuan studi ini sangat relevan bagi Chris Lopez, seorang koki dan ayah berusia 35 tahun yang didiagnosis dengan kanker usus besar stadium 3 pada usia 30 tahun. "Banyak yang harus dihadapi," kata Lopez kepada CBS News. "Saat itu saya sedang mencoba menyelesaikan kuliah dan bekerja."Meskipun tidak memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker dan hasil tes genetik yang jelas, Lopez mengalami sakit perut yang intens, pendarahan, dan penurunan berat badan. Kolonoskopi akhirnya mengkonfirmasi diagnosisnya. Setelah menjalani kemoterapi dan radiasi untuk mengecilkan tumor seukuran buah jeruk bali, diikuti dengan operasi, Lopez kini dalam masa remisi, yakni periode waktu di mana sel-sel kanker berkurang hingga tingkat yang sangat rendah sehingga tidak lagi menimbulkan gejala atau memerlukan pengobatan.Berita baiknya, menurut Dahut, adalah bahwa perubahan gaya hidup dapat secara signifikan mengurangi risiko kanker. "Sekitar 40 persen kanker dapat dicegah dengan perilaku tertentu, termasuk tidak merokok dan menjaga berat badan yang sehat," katanya. Dia juga menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter bagi anak muda yang mengalami gejala terus-menerus.American Cancer Society merekomendasikan agar orang dewasa muda mengetahui faktor risiko mereka, termasuk riwayat keluarga, untuk menentukan apakah pemeriksaan dini diperlukan.Sumber: https://www.cbsnews.com/news/genx-millennials-high-cancer-risk/Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Wahana pendaki Chang'e-6 milik China tinggalkan Bulan dengan sampel pertama dari sisi jauh Bulan
Indonesia
•
04 Jun 2024

COVID-19 – Rusia kembangkan metode tentukan kekebalan sel-T
Indonesia
•
18 Dec 2020

China terapkan iptek untuk tingkatkan kualitas pemuliaan biologis dan varietas benih
Indonesia
•
12 Feb 2024

iPhone terancam tak berfungsi jika tak ganti desain ‘charger’ sesuai UU Uni Eropa
Indonesia
•
08 Jun 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
