
China perkenalkan platform komputasi kuantum berbasis awan baru

Seorang peserta mengabadikan foto dari pameran komputasi kuantum dalam Konferensi Industri Kuantum (Quantum Industry Conference) 2021 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 18 September 2021. (Xinhua/Han Xu)
Platform komputasi kuantum berbasis awan (cloud) memungkinkan peneliti untuk melakukan tugas komputasi kompleks di platform awan tersebut dan memfasilitasi publik untuk menjajal komputasi kuantum dengan kecepatan mikrodetik.
Beijing, China (Xinhua) – China merilis generasi baru platform komputasi kuantum berbasis awan (cloud), yang memungkinkan peneliti untuk melakukan tugas komputasi kompleks di platform awan tersebut dan memfasilitasi publik untuk menjajal komputasi kuantum dengan kecepatan mikrodetik.Platform tersebut, yang dikembangkan bersama oleh Akademi Ilmu Informasi Kuantum Beijing (Beijing Academy of Quantum Information Sciences/BAQIS), Institut Fisika (Institute of Physics/IOP) di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), dan Universitas Tsinghua, dirilis dalam Forum Zhongguancun 2023 yang sedang berlangsung di Beijing.Platform tersebut dapat mengumpulkan kekuatan komputasi kuantum dari tiga cip kuantum superkonduktor yang masing-masing memiliki 136, 18, dan 10 bit kuantum (qubit) di jarak ruang fisik sejauh 50 kilometer.Platform tersebut, yang dibuka untuk pengujian sejak November tahun lalu, telah menarik lebih dari 2.000 pengguna domestik dan mancanegara untuk melakukan tugas komputasi kuantum sebanyak lebih dari 500.000 kali. Selama periode tersebut, kinerjanya stabil dan efisien, menurut BAQIS.Platform ini kompatibel dengan open quantum assembly language dan juga menyediakan antarmuka (interface) grafis untuk pemrograman yang mudah.Beberapa tim peneliti telah memanfaatkan platform tersebut untuk menggunakan cip kuantum dari jarak jauh guna membantu penelitian ilmiah mereka sendiri serta membuat perangkat lunak aplikasi, dan konstruksi ekologis komputasi kuantum sedang berlangsung."Ekologi komputasi kuantum perlu dibangun di platform awan, jadi kita harus mengembangkan platform awan itu sesegera mungkin," kata Fan Heng, seorang peneliti di IOP.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei: Mayoritas organisasi media optimistis terhadap AI generatif
Indonesia
•
15 Oct 2024

Gesekan ban dengan jalan berpotensi jadi energi bersih
Indonesia
•
28 Jun 2025

Haji 1445 – Setidaknya 8.000 kamera dengan teknologi AI digunakan untuk atur pergerakan jamaah haji
Indonesia
•
16 Jun 2024

Rusia luncurkan amunisi peledak jarak jauh 30 mm untuk cegat ‘drone’
Indonesia
•
07 Feb 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
