
China laporkan kemajuan nyata dalam restorasi ekologis di acara PBB

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 19 April 2024 ini memperlihatkan pemandangan taman lahan basah Qingshuitan di Gaoyou, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/Ji Chunpeng)
Konservasi dan restorasi ekologis di China memberikan kontribusi besar pada upaya global untuk membangun peradaban ekologis.
Beijing, China (Xinhua) – Dalam beberapa tahun terakhir, China telah mencapai kemajuan luar biasa dalam konservasi dan restorasi ekologis, yang memberikan kontribusi besar pada upaya global untuk membangun peradaban ekologis, kata seorang pejabat Kementerian Sumber Daya Alam China pada Senin (3/6).Sambil menerapkan sistem garis merah untuk memisahkan wilayah-wilayah ekologis yang rentan, China telah merestorasi lebih dari 100 juta mu (sekitar 6,7 juta hektare) ekosistem yang mencakup pegunungan, sungai, hutan, lahan pertanian, danau, padang rumput, dan padang pasir, papar Lu Lihua dalam sebuah kegiatan bertema yang diselenggarakan oleh Kantor Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) China.Tu Ruihe, selaku kepala kantor tersebut, mengatakan bahwa China telah banyak menuai pujian dari komunitas internasional karena meluncurkan dan memajukan proyek restorasi ekologis terbesar di dunia. Dia menyatakan harapannya agar negara tersebut dapat berbagi pengalaman dengan seluruh dunia.Kegiatan bertema tersebut diadakan dua hari menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan ini mempertemukan para perwakilan dari PBB, badan pemerintah, lembaga penelitian, badan usaha, universitas, dan organisasi nonpemerintah.
Foto dari udara yang diabadikan dengan drone pada 9 Mei 2024 ini menunjukkan pemandangan kota Wujiaqu, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. Dalam beberapa tahun terakhir, Wujiaqu, kota taman nasional di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, telah melakukan upaya besar dalam mempromosikan proyek penghijauan dan mengoptimalkan lingkungan ekologi yang hidup. Hingga akhir 2023, Wujiaqu telah memiliki lebih dari 15.700 mu (sekitar 1.046,7 hektare) ruang hijau perkotaan, dengan tingkat cakupan hijau mencapai lebih dari 45 persen. (Xinhua/Hu Huhu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Biomassa global ternak 10 kali lebih berat dibandingkan mamalia liar
Indonesia
•
01 Mar 2023

COVID-19 - Ilmuwan Taiwan kembangkan alat uji cepat untuk kasus parah
Indonesia
•
01 Jul 2020

Kementerian ESDM uji ketahanan 1.000 jam untuk biodiesel 40 persen
Indonesia
•
27 Aug 2020

Ilmuwan China identifikasi spesies dinosaurus ‘Sauropoda’ baru di China barat daya
Indonesia
•
18 Feb 2025


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
