
KTT China-Asia Tengah tonggak sejarah dalam promosikan stabilitas regional

Foto dari udara yang diabadikan pada 25 April 2023 ini menunjukkan pemandangan Gerbang Yongning tembok kota kuno di Xi'an, Provinsi Shaanxi, China barat laut. (Xinhua/Liu Xiao)
KTT China-Asia Tengah akan menyediakan platform baru bagi negara-negara Asia Tengah untuk meningkatkan kerja sama mereka dengan China serta semakin memajukan kerja sama di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra.
Bishkek, Kirgizstan (Xinhua) – Konferensi tingkat tinggi (KTT) mendatang akan membuka babak baru dalam hubungan antara China dan negara-negara Asia Tengah serta mendorong stabilitas dan pembangunan regional, kata Nurzhan Kasmalieva, kepala departemen internasional kantor berita milik pemerintah Kirgizstan, Kabar.China dan Asia Tengah akan menggelar pertemuan tingkat tinggi tatap muka pertama mereka, menandakan kemitraan yang solid antara China dan lima negara Asia Tengah, kata Kasmalieva kepada Xinhua dalam sebuah wawancara pada Kamis (11/5)."Terorisme dan ekstremisme menimbulkan ancaman dan tantangan bagi keamanan Asia Tengah setiap saat, dan diharapkan lebih banyak hasil kerja sama keamanan dapat dicapai pada pertemuan tersebut, sehingga meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan," ujarnya.Mengungkapkan bahwa kesejahteraan ekonomi merupakan prasyarat bagi perdamaian dan stabilitas, dia mengatakan KTT itu diharapkan dapat mencapai lebih banyak konsensus tentang kerja sama ekonomi."Saya berharap KTT ini memberikan lebih banyak kemudahan untuk pertukaran personel antara Kirgizstan dan China," ungkapnya, seraya menambahkan bahwa lebih banyak pertukaran antarmasyarakat dapat meningkatkan perasaan dan pemahaman antara masyarakat dari berbagai negara.Menurutnya, KTT tersebut akan menyediakan platform baru bagi negara-negara Asia Tengah untuk meningkatkan kerja sama mereka dengan China serta semakin memajukan kerja sama di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra.KTT China-Asia Tengah akan diadakan pada 18 dan 19 Mei di Xi'an, Provinsi Shaanxi. Presiden Xi Jinping akan memimpin KTT tersebut. Atas undangan China, Presiden Kassym-Jomart Tokayev dari Kazakhstan, Presiden Sadyr Japarov dari Kyrgyzstan, Presiden Emomali Rahmon dari Tajikistan, Presiden Serdar Berdimuhamedov dari Turkmenistan dan Presiden Shavkat Mirziyoyev dari Uzbekistan akan menghadiri pertemuan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kongres AS sahkan kemenangan Trump dalam pilpres empat tahun setelah kerusuhan di gedung Capitol
Indonesia
•
07 Jan 2025

Studi: Bantuan militer AS ke Israel lampaui 21 miliar dolar AS sejak konflik Gaza meletus
Indonesia
•
08 Oct 2025

Opini – Partisipasi Taiwan di INTERPOL dapat perkuat penanggulangan kejahatan lintas negara
Indonesia
•
29 Nov 2025

Tanpa penjelasan, Jepang kirim peluncur rudal 1.000 km ke Kumamoto, pejabat daerah geram
Indonesia
•
11 Mar 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
