
Laba industri China turun dalam 2 bulan pertama 2023, namun diperkirakan pulih

Sebuah truk berat dirakit di lini produksi pabrik Shaanxi Automobile Holding Group di Xi'an, Provinsi Shaanxi, China barat laut, pada 27 September 2022. (Xinhua/Liu Xiao)
Laba industri besar China mengalami penurunan dalam dua bulan pertama tahun ini, namun tanda-tanda pemulihan terlihat dari permintaan yang terus meningkat, dengan sektor produksi dan pasokan listrik melaporkan peningkatan laba sebesar 53,1 persen dari setahun sebelumnya, didorong oleh ledakan manufaktur industri.
Beijing, China (Xinhua) – Perusahaan-perusahaan industri besar China mengalami penurunan laba dalam dua bulan pertama tahun ini, namun tanda-tanda pemulihan terlihat dari permintaan yang terus meningkat, tunjuk data dari Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China pada Senin (27/3).Perusahaan-perusahaan industri dengan pendapatan bisnis utama tahunan sedikitnya 20 juta yuan mencatatkan laba gabungan sekitar 887,21 miliar yuan pada periode tersebut, turun 22,9 persen secara tahunan (year on year/yoy), ungkap NBS.Selama dua bulan pertama tersebut, pendapatan turun lebih besar daripada biaya, karena dipengaruhi oleh permintaan pasar yang belum sepenuhnya pulih, sedangkan harga pabrik (factory-gate price) juga turun sehingga mengakibatkan kontraksi laba, kata ahli statistik NBS Sun Xiao.Pendapatan gabungan perusahaan-perusahaan industri turun 1,3 persen (yoy) menjadi 19,3 triliun yuan, dan biaya operasional turun tipis 0,2 persen, papar data NBS.Sektor produksi dan pasokan listrik melaporkan peningkatan laba sebesar 53,1 persen dari setahun sebelumnya, didorong oleh ledakan manufaktur industri, sementara sektor pertambangan mencatatkan penurunan sebesar 0,1 persen, sebut data itu.Meningkatnya konsumsi membantu perusahaan-perusahaan produk konsumen memperkecil penurunan laba mereka sebesar 13,4 poin persentase dari Desember. Sektor industri tembakau dan minuman keras serta sektor industri teh dan minuman masing-masing membukukan pertumbuhan laba sebesar 9,6 persen dan 2,4 persen.
Beberapa pekerja membersihkan panel fotovoltaik usai diterpa cuaca berangin di sebuah pembangkit listrik fotovoltaik di Yinchuan, Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut, pada 25 Maret 2023. (Xinhua/Wang Peng)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Konsorsium Indonesia-China mulai produksi baterai LFP di Kendal, Jawa Tengah
Indonesia
•
10 Oct 2024

Konsumsi China terus alami ‘rebound’ di tengah pemulihan ekonomi yang pesat
Indonesia
•
03 May 2023

Bank Sentral Eropa perkirakan inflasi zona euro akan terus turun
Indonesia
•
10 Nov 2023

Provinsi Guizhou di China akan investasikan 20 miliar yuan di sektor mahadata
Indonesia
•
14 Feb 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
