
PM Australia sebut Netanyahu sengaja “pungkiri" penderitaan warga Gaza

Layar laptop ini menunjukkan sebuah siaran konferensi pers Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada 11 Agustus 2025. Albanese pada Senin (11/8) mengatakan bahwa Australia akan secara resmi mengakui Negara Palestina dalam sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dijadwalkan pada September mendatang. (Xinhua/Ma Ping)
Langkah Australia untuk mengakui Negara Palestina merupakan bagian dari upaya terkoordinasi global untuk membangun momentum bagi solusi dua negara.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menuding PM Israel Benjamin Netanyahu sengaja "memungkiri" penderitaan warga sipil di Gaza.Satu hari setelah mengumumkan keputusan Australia untuk mengakui Negara Palestina dalam sesi ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dijadwalkan pada September mendatang, Albanese pada Selasa (12/8) mengungkapkan bahwa rasa frustrasi terhadap sikap pemerintahan Netanyahu turut mendorong pengambilan keputusan bersejarah tersebut.Dia menyampaikan kepada saluran televisi Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Selasa bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Netanyahu pada Kamis (7/8) pekan lalu untuk memberitahu tentang keputusan Australia yang akan mengakui status kenegaraan Palestina."Dia (Netanyahu), sekali lagi, mengatakan kepada saya apa yang telah dikatakannya secara terbuka, yaitu mengingkari konsekuensi yang menimpa orang-orang tak bersalah," kata Albanese menanggapi respons PM Israel itu."Keputusan pemerintahan Netanyahu, pertama-tama, adalah penghentian bantuan seperti yang telah kita lihat selama ini, dan kemudian jatuhnya korban jiwa yang kita lihat di sekitar titik-titik lokasi pendistribusian bantuan, di mana warga yang mengantre untuk mendapatkan bantuan makanan dan air bersih justru harus kehilangan nyawa, sungguh tidak dapat diterima."Saat menyampaikan pengumuman di Gedung Parlemen Australia di Canberra pada Senin (11/8) bersama Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, Albanese menjelaskan bahwa langkah pemerintahannya untuk mengakui Negara Palestina merupakan bagian dari upaya terkoordinasi global untuk membangun momentum bagi solusi dua negara.Pada Selasa, PM Australia itu menyampaikan kepada ABC bahwa dirinya berharap keputusan ini akan dikenang sebagai bentuk peran Australia dalam mengakhiri "siklus kekerasan" di Timur Tengah.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

LSM Polandia selamatkan migran Suriah lintasi perbatasan Belarusia
Indonesia
•
15 Nov 2021

Afrika tetapkan wabah ebola darurat kesehatan masyarakat yang ancam keamanan kontinental
Indonesia
•
20 May 2026

Pemimpin UE waspada arus migrasi, serukan deeskalasi di Timur Tengah
Indonesia
•
20 Mar 2026

Uang pajak warga Eropa akan digunakan untuk biayai perang di Ukraina
Indonesia
•
06 Oct 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
