
Populasi langur kepala putih yang terancam punah di China meningkat jadi 1.400

Langur kepala putih banyak ditemukan di daerah perbukitan karst di antara sungai Zuojiang dan Mingjiang di Kota Chongzuo, Guangxi. (Xinhua)
Langur kepala putih merupakan salah satu spesies primata paling terancam punah di dunia, yang pada tahun 1980-an, populasinya menyusut menjadi sekitar 300 ekor akibat deforestasi, reklamasi lahan, dan perburuan liar.
Jakarta (Indonesia Window) – Populasi white-headed langur atau langur kepala putih yang terancam punah di China meningkat menjadi lebih dari 1.400 ekor, menurut cagar alam nasional langur kepala putih yang terletak di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan.Hewan bernama latin Trachypithecus leucocephalus itu merupakan salah satu spesies primata paling terancam punah di dunia. Pada tahun 1980-an, populasinya menyusut menjadi sekitar 300 ekor akibat deforestasi, reklamasi lahan, dan perburuan liar.Hewan yang memiliki bulu putih di kepalanya itu banyak ditemukan di daerah perbukitan karst di antara sungai Zuojiang dan Mingjiang di Kota Chongzuo, Guangxi.Pada 2005, sebuah cagar alam tingkat regional didirikan di Chongzuo untuk melindungi primata langka tersebut. Cagar alam itu kemudian ditingkatkan menjadi cagar alam nasional pada 2012."Dengan total luas 25.500 kilometer persegi, cagar alam ini dibagi menjadi empat wilayah. Populasi langur kepala putih terus meningkat stabil selama bertahun-tahun, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 3 sampai 4 persen. Populasinya meningkat dari sekitar 300 ekor menjadi lebih dari 1.400 ekor saat ini, berkat upaya bersama dari beberapa generasi," kata Nong Dengpan, direktur pusat administrasi cagar alam tingkat nasional white-headed langur di Chongzuo, baru-baru ini.Sejauh ini, habitat seluas 46,67 hektare telah direstorasi di cagar alam tersebut demi keuntungan populasi langur. Sebuah koridor ekologi juga telah dibangun, beserta kebun botani yang menyediakan sumber makanan dan sistem pemantauan video jarak jauh, yang membantu mengatasi masalah fragmentasi habitat serta membantu pengelolaan dan perlindungan primata langka tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perangkat berbasis teknologi roket selamatkan pasien dengan kondisi gagal jantung
Indonesia
•
20 Aug 2024

Dengan teknologi insinerasi, sampah diubah jadi energi di PLTSa China
Indonesia
•
10 Jul 2025

Robot yang dikembangkan China rampungkan pembenaman kabel dasar laut pertama
Indonesia
•
14 Jun 2024

Proyek pembangkit listrik tenaga angin raksasa mulai beroperasi di Mongolia Dalam, China utara
Indonesia
•
20 Dec 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
