
Wanita dihukum 2 tahun penjara karena paksa ibunya terendam di bak mandi air panas

Ilustrasi. (Clker-Free-Vector-Images from Pixabay)
Lansia di Taiwan tewas setelah berada di bak mandi penuh dengan air panas selama lima jam, karena dipaksa oleh anak perempuannya agar tidak keluar dari bak itu.
Jakarta (Indonesia Window) – Seorang wanita di Taiwan dijatuhi hukuman percobaan dua tahun penjara dan percobaan lima tahun oleh pengadilan distrik pada Rabu (14/12) karena memaksa ibunya yang cacat fisik untuk tetap berada di bak mandi penuh air panas selama lima jam, yang mengarah pada kematiannya.Pengadilan Distrik Taipei menjatuhkan hukuman percobaan dua tahun kepada wanita bermarga Pan, dan lima tahun masa percobaan, setelah hakim memutuskan bahwa tindakan Pan menyebabkan luka pada ibunya yang mengakibatkan kematiannya, menurut dokumen pengadilan.Ibu Pan, yang berusia 70-an, mengalami kesulitan setelah menderita stroke. Dia ditemukan tewas di lantai kamar mandi oleh layanan darurat di rumahnya di Taipei pada 9 Juni tahun lalu, menurut pernyataan polisi.Otopsi menemukan bahwa sang ibu berada di bak mandi dalam air yang awalnya bersuhu sekitar 40 derajat Celsius, selama setidaknya lima jam, mengakibatkan luka bakar tingkat 2 di sebagian besar tubuhnya, yang menyebabkan kematiannya karena syok kardiogenik.Insiden tersebut dilaporkan ke polisi oleh Pan, yang pada saat itu mengklaim dia telah check-in dengan ibunya ketika ibunya sedang mandi sekitar tengah hari dan melihat dia mengubah posisi untuk meyakinkan dia baik-baik saja, menurut polisi.Pan mengatakan dia terkejut menemukan tubuh ibunya yang tak bernyawa pada pukul 18.00 waktu setempat, dan menariknya keluar dari bak mandi, menurut polisi.Namun, jaksa penuntut kemudian menemukan sejumlah besar catatan yang ditulis Pan kepada ibunya yang mengeluhkan perilakunya. Dihadapkan dengan bukti ini, Pan mengaku memaksa ibunya untuk tinggal di bak mandi selama lima jam setelah pertengkaran tetapi membantah bahwa dia bermaksud menyakitinya.Ibu Pan tidak dapat keluar dari bak mandi karena dia takut pada anak perempuannya itu, dan karena dia kesulitan berjalan dan kehilangan kemampuan untuk menentukan suhu air panas setelah stroke, menurut dakwaan jaksa.Sumber: CNA TaiwanLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tingkat residivisme di New York City, AS meroket pada H1 2022
Indonesia
•
23 Aug 2022

UNICEF targetkan dana 7,66 miliar dolar AS untuk dukung penyelamatan nyawa anak pada 2026
Indonesia
•
11 Dec 2025

Jabal Al-Lawz di Arab Saudi tertutup salju, jadi viral di medsos
Indonesia
•
02 Jan 2022

Perubahan iklim sebabkan kerugian panen gandum bagi petani Gaza
Indonesia
•
06 Jun 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
