
Peserta forum Boao serukan kerja sama di Laut China Selatan

Foto yang diabadikan pada 30 Maret 2023 ini menunjukkan upacara pembukaan Konferensi Tahunan Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) 2023 di Boao, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Zhang Liyun)
Laut China Selatan merupakan rumah bersama bagi negara-negara di kawasan itu dan, selama bertahun-tahun, negara-negara tersebut mengembangkan praktik efektif dan pengalaman dalam menangani sengketa, meningkatkan rasa saling percaya, dan mendorong kerja sama.
Boao, China (Xinhua) – Para peserta Forum Boao yang sedang berlangsung di Provinsi Hainan, China selatan, pada Kamis (30/3) menyerukan dialog dan kerja sama di Laut China Selatan.Lebih dari 100 pakar, diplomat, dan pejabat pemerintah dari 20 lebih negara dan kawasan menghadiri sesi tentang isu Laut China Selatan.Nong Rong, Asisten Menteri Luar Negeri China, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa Laut China Selatan merupakan rumah bersama bagi negara-negara di kawasan itu dan, selama bertahun-tahun, negara-negara tersebut mengembangkan praktik efektif dan pengalaman dalam menangani sengketa, meningkatkan rasa saling percaya, dan mendorong kerja sama.Sejumlah pihak yang berbatasan dengan wilayah perairan tersebut adalah China Daratan, Makau, Hong Kong, Taiwan, Filipina, Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapura, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.Sementara sungai-sungai besar yang mengalir ke Laut Cina Selatan meliputi Sungai Mutiara, Min, Jiulong, Merah, Mekong, Rajang, Pahang, dan Pasig.Negara-negara di kawasan tersebut secara penuh dan efektif mengimplementasikan Deklarasi Perilaku Para Pihak (Declaration on the Conduct of Parties/DOC) di Laut China Selatan dan terus memajukan konsultasi mengenai Kode Etik (Code of Conduct/COC) di Laut China Selatan, menciptakan versi yang telah diperkuat dan ditingkatkan dari peraturan yang mengontrol wilayah maritim, kata Nong.Berbagai wadah pemikir di negara-negara di kawasan ini dapat berkolaborasi untuk menggelar dialog dan kerja sama pragmatis mengenai isu-isu terkait Laut China Selatan, termasuk perlindungan lingkungan maritim, penelitian ilmiah kelautan, serta pekerjaan keamanan dan penyelamatan maritim, kata Liu Zhenmin, mantan under-secretary-general Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan ekonomi dan sosial.Wu Shicun, Ketua Dewan Pusat Penelitian China-Asia Tenggara mengenai Laut China Selatan, mengatakan bahwa China dan negara-negara ASEAN harus mempercepat implementasi kerja sama maritim pragmatis di bawah kerangka DOC di Laut China Selatan, dan mempercepat konsultasi mengenai Kode Etik di Laut China Selatan.Li Guoping, pejabat dari Kementerian Perhubungan China, meminta semua negara yang berbatasan dengan Laut China Selatan untuk bekerja sama guna menjamin keamanan transportasi laut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kanselir Jerman tegaskan Eropa mitra AS, bukan bawahan
Indonesia
•
31 Jan 2026

Peserta forum Boao serukan kerja sama di Laut China Selatan
Indonesia
•
31 Mar 2023

Misi PBB peringatkan eskalasi konflik di perbatasan Lebanon-Israel
Indonesia
•
14 Jul 2023

Rusia akan pertimbangkan bangun kembali hubungan dengan Barat
Indonesia
•
24 May 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
