
Luas es laut musim dingin Arktik makin mengecil

Foto yang diabadikan pada 22 Juni 2024 ini menunjukkan gletser yang sedang mencair di Svalbard, Norwegia. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Luas es laut Arktik tercatat sebesar 14,29 juta kilometer persegi, hampir menyamai puncak tahun 2025 yang sebesar 14,31 juta kilometer persegi.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Untuk tahun kedua berturut-turut, es laut musim dingin di Arktik mencapai tingkat yang secara statistik sama dengan luas maksimum terendah sejak pemantauan satelit dimulai pada 1979, menurut sebuah studi yang dirilis pada Kamis (26/3).
Pada 15 Maret, luas es laut Arktik tercatat sebesar 14,29 juta kilometer persegi, hampir menyamai puncak tahun 2025 yang sebesar 14,31 juta kilometer persegi, menurut studi yang dilakukan oleh NASA dan Pusat Data Salju dan Es Nasional (National Snow and Ice Data Center/NSIDC) Amerika Serikat di Universitas Colorado, Boulder.
Para ilmuwan mengatakan kedua tahun tersebut secara statistik memiliki suhu maksimum musim dingin terendah yang pernah tercatat.
Para ilmuwan dari NASA dan NSIDC mengatakan puncak cakupan es musim dingin Arktik ini melanjutkan tren penurunan jangka panjang yang terpantau selama beberapa dekade terakhir. Luas maksimum tahun ini sekitar 1,3 juta kilometer persegi di bawah tingkat rata-rata yang tercatat antara tahun 1981 dan 2010.
Luas es laut didefinisikan sebagai total area lautan dengan konsentrasi es minimal 15 persen. Es laut Arktik meluas selama bulan-bulan musim dingin dan sebagian mencair pada musim yang lebih hangat.
Meskipun sebagian es laut bertahan sepanjang tahun, pembentukan es baru dalam beberapa tahun terakhir semakin berkurang, sehingga mengakibatkan penurunan es abadi, menurut NASA.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pameran teknologi antariksa digelar di California, AS, suguhkan inovasi terbaru
Indonesia
•
04 May 2023

Studi: Polusi ozon ancam kesehatan vegetasi
Indonesia
•
13 Oct 2022

Taikonaut Shenzhou-15 akan lakukan ‘spacewalk’ pertama mereka
Indonesia
•
09 Feb 2023

Peneliti temukan senyawa dari limbah bunga matahari untuk cegah pembusukan buah
Indonesia
•
24 Nov 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
