
Mahkamah Agung AS putuskan Trump kebal hukum dari tuntutan pidana terkait pemilu 2020

Tangkapan layar dari sebuah video menunjukkan sekelompok pengkritik mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkumpul di depan Pengadilan Pidana New York County di New York, AS, pada 15 April 2024. Mantan presiden AS Donald Trump pada Senin (15/4) menghadiri sidang pidana di Manhattan, New York City, terkait kasus uang tutup mulut, yang membuatnya menjadi mantan presiden AS pertama yang diadili secara pidana. (Xinhua/Ding Ye)
Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) pada Senin (1/7) memutuskan bahwa mantan presiden Donald Trump memiliki kekebalan hukum dari sejumlah tuntutan pidana akibat mencoba membalikkan hasil pemilihan umum (pemilu) 2020, yang membuat peluang digelarnya pengadilan sebelum pemilu mendatang menjadi semakin kecil.
Washington DC, Amerika Serikat (Xinhua) – Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) pada Senin (1/7) memutuskan bahwa mantan presiden Donald Trump memiliki kekebalan hukum dari sejumlah tuntutan pidana akibat mencoba membalikkan hasil pemilihan umum (pemilu) 2020, yang membuat peluang digelarnya pengadilan sebelum pemilu mendatang menjadi semakin kecil.Pengadilan tertinggi AS tersebut, yang memiliki mayoritas konservatif 6 banding 3 yang mencakup tiga hakim yang ditunjuk oleh Trump sendiri, mengambil keputusan dengan suara 6 banding 3 yang terbelah karena perbedaan hal-hal ideologis, dan memerintahkan pengadilan yang lebih rendah untuk mempertimbangkan kembali kasus tersebut serta menentukan tuduhan mana yang tidak dapat dituntut.Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts, yang berbicara atas nama mayoritas, menolak argumen kekebalan yang luas dari Trump, dengan menyatakan bahwa Trump hanya kebal terhadap tindakan-tindakan yang dilakukannya dalam kapasitas "resmi" selama menjabat sebagai presiden.Mahkamah Agung tidak mendefinisikan apa yang memenuhi syarat sebagai tindakan resmi dalam kasus ini, dan mendelegasikan keputusan tersebut kepada pengadilan yang lebih rendah.Perpanjangan waktu yang mereka ambil untuk menangani kasus yang menyita perhatian publik ini telah menguntungkan Trump dengan memperkecil kemungkinan selesainya pengadilan atas tuduhan-tuduhan tersebut sebelum pemilu mendatang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China buka 829 situs penyedia pengobatan gratis bagi pasien pneumokoniosis
Indonesia
•
30 Apr 2024

Deklarasi Al-Ula kuatkan hubungan negara Teluk
Indonesia
•
06 Jan 2021

Kementerian Pertahanan Rusia sebut pasukannya rebut kembali 3 permukiman di wilayah Kursk
Indonesia
•
11 Mar 2025

Forum internasional tentang modernisasi China digelar di Beijing
Indonesia
•
29 Mar 2023


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026
