
Mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei akan dimakamkan di Mashhad

Seseorang memberikan penghormatan dengan meletakkan setangkai bunga dalam sebuah aksi untuk mengenang mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei dan menyatakan kesetiaan kepada pemimpin tertinggi saat ini, Mojtaba Khamenei, di Teheran, Iran, pada 7 Mei 2026. (Xinhua/Shadati)
Mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu akan dimakamkan di kuil suci Imam Reza sesuai dengan wasiatnya dan rekomendasi keluarganya.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Ali Khamenei, mendiang pemimpin tertinggi Iran yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS)-Israel pada 28 Februari, akan dimakamkan di Kota Mashhad, Iran timur laut, demikian disampaikan seorang pejabat senior pemerintah kota di Teheran pada Selasa (2/6).
Mohammad-Amin Tavakkolizadeh, wakil wali kota Teheran bidang urusan sosial dan budaya, mengatakan Khamenei akan dimakamkan di kuil suci Imam Reza sesuai dengan wasiatnya dan rekomendasi keluarganya, sebut kantor berita semiresmi Iran, Fars News Agency.
Upacara penghormatan terakhir selama tiga hari dan prosesi pemakaman selama 24 jam direncanakan akan digelar di Teheran, kemungkinan di Musala Agung (Grand Mosalla) atau mausoleum pemimpin tertinggi pertama Iran, Imam Khomeini. Jenazahnya kemudian akan dipindahkan ke Qom dan Mashhad untuk upacara serupa, kata Tavakkolizadeh.
Rangkaian upacara tersebut dijadwalkan akan digelar mulai paruh kedua Juni. Jumlah partisipan dalam acara di Teheran diperkirakan akan mencapai hingga 20 juta orang, lanjutnya.
Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin Iran tersebut, terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pada awal Maret.
Dalam sebuah laporan terpisah pada Selasa, Fars, dengan mengutip sumber yang mengetahui informasi ini, mengatakan pertukaran pesan antara Iran dan AS telah terhenti sejak setidaknya beberapa hari lalu.
Pesan terakhir yang dikirim dari Teheran kepada Washington adalah pesan yang "jelas" terkait Lebanon yang telah menarik perhatian global, papar laporan Fars.
Laporan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Selasa menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa negosiasi antara AS dan Iran "masih terus berlangsung."
Laporan-laporan mengenai penangguhan negosiasi "tidak benar dan keliru," tulis Trump.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Polisi Thailand selidiki penjualan bayi “online”
Indonesia
•
12 Sep 2019

COVID-19 - Kemenkes Saudi: Kekebalan terbentuk setelah vaksinasi, efektif mulai 10 Oktober
Indonesia
•
04 Oct 2021

China akan ambil tindakan balasan terhadap perusahaan yang terlibat penjualan senjata ke Taiwan
Indonesia
•
20 Dec 2023

Sekjen PBB desak aksi global untuk atasi panas ekstrem
Indonesia
•
27 Jul 2024


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
