
Militer AS berencana bangun pelabuhan sementara di Gaza untuk bantuan kemanusiaan

Orang-orang berjalan melewati sejumlah bangunan yang hancur di Kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan, pada 6 Maret 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Militer AS akan membangun pelabuhan sementara di Gaza untuk pengiriman bantuan kemanusiaan tambahan kepada warga sipil.
Washington, AS (Xinhua) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengumumkan dalam pidato kenegaraannya (State of the Union) bahwa militer AS akan membangun pelabuhan sementara di Gaza untuk pengiriman bantuan kemanusiaan tambahan kepada warga sipil, demikian disampaikan pejabat senior pemerintah AS pada Kamis (7/3)."Malam ini dalam pidatonya, sang presiden akan mengumumkan bahwa dia sedang mengarahkan militer AS untuk memimpin misi darurat guna membangun sebuah pelabuhan di Mediterania, di pantai Gaza, yang dapat menerima kapal-kapal besar pembawa makanan, air, obat-obatan, dan tempat perlindungan sementara," ujar salah satu pejabat saat melakukan pembicaraan telepon dengan wartawan.Pejabat tersebut menambahkan bahwa proyek itu, "yang fitur utamanya adalah dermaga sementara," diperkirakan akan mulai beroperasi dalam "beberapa pekan," yang pada saat itu "akan menyediakan kapasitas untuk ratusan truk bantuan tambahan setiap harinya."Pasukan AS yang terlibat dalam misi tersebut "sudah berada di wilayah itu atau akan segera bergerak ke sana," kata pejabat tersebut.Para pejabat itu tidak memberikan banyak rincian tentang rencana tersebut, dengan salah satunya menyatakan bahwa rencana itu tidak memerlukan "kehadiran pasukan AS di lapangan" untuk membangun pelabuhan. Sebaliknya, militer AS akan bekerja "dari jauh", berkolaborasi dengan mitra dan sekutunya, serta "menyelesaikan opsi komersial."
Sebuah kapal kargo yang mengangkut bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza meninggalkan pelabuhan Provinsi Mersin selatan, Turkiye, pada 7 Maret 2024. Turkiye pada Kamis (7/3) mengirim sebuah kapal ke Jalur Gaza dengan membawa 2.737 ton bantuan kemanusiaan, yang merupakan upaya kolaboratif organisasi-organisasi Turkiye yang dipimpin oleh Bulan Sabit Merah Turkiye. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pengadilan India dukung putusan denda 162 juta dolar AS terhadap Google
Indonesia
•
01 Apr 2023

Negosiasi AS-Iran memanas, Teheran tegaskan tak akan terima semua usulan Washington
Indonesia
•
01 Jun 2026

Komentar - Standar ganda AS? Dari olahraga hingga WTO, aturan internasional dinilai diterapkan secara selektif
Indonesia
•
07 Jul 2026

PM Inggris umumkan kesepakatan baru senilai 1,6 miliar poundsterling bagi Ukraina untuk beli rudal
Indonesia
•
04 Mar 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
