
China umumkan rencana misi eksplorasi ‘deep space’ baru

Foto yang diabadikan dan dikirimkan kembali ke Bumi secara otonomos oleh wahana penjelajah (rover) mini yang dilepaskan dari kombinasi pendarat (lander)-pendaki (ascender) wahana Chang'e-6 ini menunjukkan wahana kombinasi tersebut saat berada di permukaan Bulan pada 3 Juni 2024. (Xinhua/CNSA)
Misi eksplorasi planet China akan berfokus pada tujuan-tujuan ilmiah utama, seperti penelitian tentang asal-usul dan evolusi tata surya, dampak benda-benda antariksa kecil dan aktivitas matahari pada Bumi, serta kehidupan ekstraterestrial.
Beijing, China (Xinhua) – China dijadwalkan akan meluncurkan misi Tianwen-2 pada sekitar tahun 2025 untuk mengeksplorasi asteroid, misi Tianwen-3 pada sekitar tahun 2030 untuk mengumpulkan sampel Mars, dan misi Tianwen-4, juga pada sekitar tahun 2030, untuk mengeksplorasi sistem Jovian, demikian disampaikan seorang pejabat senior Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA) pada Kamis (27/6).Dalam sebuah konferensi pers, Wakil Kepala CNSA Bian Zhigang menjelaskan bahwa ketiga misi di masa mendatang tersebut merupakan salah satu dari empat misi eksplorasi planet yang telah mendapat persetujuan negara.Misi pertama, yakni misi Mars Tianwen-1, telah meraih kesuksesan penuh pada 2021, dan ketiga misi lainnya diharapkan akan selesai dalam waktu 10 hingga 15 tahun ke depan.Bian mengungkapkan bahwa misi eksplorasi planet negara itu akan berfokus pada tujuan-tujuan ilmiah utama, seperti penelitian tentang asal-usul dan evolusi tata surya, dampak benda-benda antariksa kecil dan aktivitas matahari pada Bumi, serta kehidupan ekstraterestrial.Sementara itu, wahana penjelajah Bulan Chang'e-7 dijadwalkan akan melakukan survei di wilayah kutub selatan Bulan, dan Chang'e-8 akan melakukan uji teknologi pemanfaatan sumber daya Bulan secara in-situ.Bian menyoroti bahwa China akan bekerja sama dengan para mitra internasional untuk bersama-sama membangun Stasiun Penelitian Bulan Internasional serta berbagi pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi eksplorasi Bulan.Dia menambahkan bahwa rencana di masa depan juga akan mencakup pengembangan wahana peluncur berdaya angkat berat (heavy-lift) dan sistem transportasi luar angkasa yang dapat digunakan kembali (reusable).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Proyek digitalisasi bantu Gua Mogao di China bertahan lewati zaman
Indonesia
•
14 Jul 2023

Penelitian sebut El Nino lebih kuat buat Antarktika mencair dan tak bisa pulih
Indonesia
•
22 Feb 2023

Misi Bulan Chang'e-7 China akan bawa instrumen ilmiah hasil kerja sama pengembangan internasional
Indonesia
•
25 Apr 2024

Astronaut baru China akan terima pelatihan untuk misi pendaratan di Bulan
Indonesia
•
30 Oct 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
