
Modernisasi China tawarkan model alternatif bagi negara berkembang lainnya

Kereta peluru Fuxing melintasi Jalur Kereta Lhasa-Nyingchi di wilayah Nang, Nyingchi, Daerah Otonom Tibet, China barat daya, pada 14 April 2022. (Xinhua/Chogo)
Jalur modernisasi China yang pragmatis, serta telah mencapai transformasi industri dan sosial tanpa kolonisasi, imperialisme atau mengeksploitasi negara-negara lain, menawarkan sebuah model alternatif bagi negara-negara Global South untuk mengupayakan modernisasi yang selaras dengan realitas mereka sendiri.
New York City, AS (Xinhua) – Jalur China menuju modernisasi menawarkan sebuah model alternatif bagi negara-negara Global South untuk mengupayakan modernisasi yang selaras dengan realitas mereka sendiri, kata seorang akademisi.China telah mengikuti "jalur pragmatis" dan mencapai transformasi industri dan sosial tanpa kolonisasi, imperialisme atau mengeksploitasi negara-negara lain, ujar John Pang, seorang senior fellow di Bard College yang berbasis di New York, kepada Xinhua.Meski belajar dari pengalaman Barat, China telah menyesuaikannya dengan sejarah dan budayanya sendiri, kata Pang."Ini adalah model bagi negara lain untuk maju dengan sebuah penyelarasan dan pemahaman tentang sejarah mereka sendiri, termasuk sejarah politik dan ekonomi mereka," kata Pang."Ini benar-benar membantah teori, yaitu semacam paradigma ilmu sosial di abad ke-20 dan awal abad ke-21, yang merupakan hipotesis konvergensi modernisasi dan bahwa semua modernisasi mengarah pada model tunggal," ujarnya.Ini adalah pemisahan dari jalur neoliberalisme, yang sebenarnya gagal, imbuhnya.Jalur neoliberalisme "memberikan ilusi bahwa ada sebuah jalur menuju kemakmuran bagi negara-negara Global South. Faktanya, itu adalah ilusi yang sempurna. Tangganya tidak ada, atau tangganya ditarik jika Anda naik beberapa langkah, seperti yang negara-negara Asia Tenggara alami pada 1997, ketika terjadi krisis keuangan Asia," kata Pang."Jalur China menunjukkan bahwa pemerintah memainkan peran kunci dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata, bahwa ekonomi perlu dikelola untuk rakyat, bahwa ada jalan untuk maju saat menggunakan pasar," katanya.
Sejumlah pekerja mengelas di pabrik perusahaan manufaktur mobil di Kota Qingzhou, Provinsi Shandong, China timur, pada 28 Februari 2021. (Xinhua/Wang Jilin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sedikitnya 25 orang tewas dalam serangan Israel ke sekolah-sekolah di Gaza City
Indonesia
•
05 Aug 2024

Parlemen Iran kecam resolusi "campur tangan" yang disahkan Parlemen Eropa
Indonesia
•
27 Jan 2026

Jaksa Paris tunjuk hakim untuk selidiki potensi keterkaitan warga Prancis dalam berkas Epstein
Indonesia
•
15 Feb 2026

Presiden Iran akui sangat sulit berkomunikasi dengan pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei di tengah perang
Indonesia
•
06 Aug 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
