
Mongolia Dalam di China utara berhasil atasi penggurunan

Sejumlah pekerja pengendali pasir berjalan menuju area proyek penanaman vegetasi di Erdos, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 26 Juli 2022. (Xinhua/Wang Zheng)
Mongolia Dalam di China utara tumbuhkan padang rumput lebih dari 8 juta hektare, serta berhasil mengelola lahan desertifikasi dan berpasir seluas lebih dari 3 juta hektare.
HOHHOT, 13 Januari (Xinhua) – Daerah Otonom Mongolia Dalam di China utara mencatatkan kemajuan yang menggembirakan dalam upaya pengendalian pasirnya selama lima tahun terakhir, menurut laporan kerja pemerintah daerah tersebut untuk tahun 2023 yang dirilis pada Kamis (12/1).Selama periode lima tahun terakhir, Mongolia Dalam telah menanam pohon di area seluas lebih dari 37 juta mu (1 mu = 0,067 hektare), menumbuhkan padang rumput seluas lebih dari 120 juta mu, dan mengelola lahan desertifikasi dan berpasir seluas lebih dari 54 juta mu, sehingga menempati peringkat pertama secara nasional untuk ketiga indikator tersebut, papar laporan yang dirilis dalam sesi tahunan kongres rakyat daerah tersebut yang sedang berlangsung.
Foto yang diabadikan pada 21 September 2022 ini menunjukkan sejumlah sapi sedang mencari makan di pinggir sebuah sungai di Taman Hutan Nasional Arxan di Arxan, Prefektur Hinggan, China utara. (Xinhua/Peng Yuan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

CNN: Ohio AS buka klinik untuk warga di dekat bangkai kereta beracun
Indonesia
•
22 Feb 2023

Angka kematian akibat lakalantas di Australia capai level tertinggi dalam 7 tahun
Indonesia
•
24 Dec 2024

Pakar serukan kerja sama internasional perangi influenza dalam Konferensi Influenza Dunia 2024
Indonesia
•
09 Jul 2024

Kisah – Layang-layang terbangkan harapan anak-anak Gaza di kamp pengungsi
Indonesia
•
12 Feb 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
