
Netanyahu sebut perang Gaza bisa berlanjut jika tak tercapai kesepakatan dengan Iran

Seorang anak Palestina berjalan di bawah bangunan yang runtuh akibat badai di Gaza City pada 13 Januari 2026. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Israel mendesak kesepakatan dengan Iran harus mencakup penghapusan material nuklir, penghentian pengayaan uranium, serta pembatasan rudal balistik.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Ahad (15/2) mengatakan bahwa setiap potensi kesepakatan dengan Iran harus mencakup penghapusan material nuklir, penghentian pengayaan uranium, serta pembatasan rudal balistik, seraya menyuarakan skeptisisme terhadap niat Teheran.
Berbicara dalam sebuah konferensi publik setelah pertemuan terbarunya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington, Netanyahu mengatakan bahwa Trump "bertekad untuk mengupayakan secara maksimal kemungkinan tercapainya suatu kesepakatan, yang menurutnya dapat dicapai sekarang."
Namun, Netanyahu menyatakan bahwa dia tetap skeptis "terhadap kesepakatan apa pun dengan Iran."
Dia juga mengatakan bahwa Israel berupaya untuk mengalihkan hubungannya dengan Washington "dari bantuan menjadi kemitraan" serta membangun industri pertahanan dalam negeri yang mandiri.
Merujuk pada serangan Israel di Gaza, Netanyahu mengatakan bahwa Israel telah membongkar sekitar 150 kilometer (km) dari total 500 km terowongan. "Kita harus menuntaskan pekerjaan ini," ujarnya. "Itu juga berarti bahwa mereka (Hamas) tidak dapat menyembunyikan laboratorium senjata atau fasilitas-fasilitas lain yang mereka gunakan untuk kembali mempersenjatai diri dan berkumpul, yang memang mereka lakukan."
Israel "memberikan kesempatan" bagi rencana gencatan senjata di Gaza, tetapi akan melanjutkan perang jika diperlukan untuk melucuti Hamas, katanya.
Sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, pasukan penjajah Israel telah menewaskan 601 warga Palestina dan melukai 1.607 lainnya, menurut angka yang dirilis oleh sejumlah otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Ahad.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

New York Times: Upaya AS bimbing Sudan capai demokrasi berujung perang
Indonesia
•
06 May 2023

Menlu Rusia puji hubungan tingkat tinggi dengan China
Indonesia
•
19 Jan 2023

Israel klaim tewaskan dua anggota senior Hamas, Gaza laporkan 14 orang tewas
Indonesia
•
11 Jan 2026

COVID-19 – Rusia tak tawarkan vaksinasi komersial bagi warga asing
Indonesia
•
29 Oct 2020


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
