Pabrik Tesla di Shanghai capai produksi 2 juta unit mobil

Sejumlah karyawan bekerja di Gigafactory Tesla di Shanghai, China timur, pada 20 November 2020. (Xinhua/Ding Ting)
Pabrik Tesla di Shanghai memproduksi 1 juta unit mobil pertamanya dalam waktu lebih dari 30 bulan, dan 1 juta unit mobil kedua dalam waktu kurang dari 13 bulan.
Shanghai, China (Xinhua) – Tesla mengatakan bahwa pabriknya di Shanghai telah membuat pencapaian bersejarah dengan memproduksi 2 juta unit mobil per Rabu (6/9).Pabrik Tesla di Shanghai, gigafactory pertama produsen mobil itu di luar Amerika Serikat, memproduksi kendaraan pertamanya pada Desember 2019.Pabrik tersebut memproduksi 1 juta unit mobil pertamanya dalam waktu lebih dari 30 bulan, dan 1 juta unit mobil kedua dalam waktu kurang dari 13 bulan.Song Gang, direktur senior manufaktur di pabrik tersebut, mengatakan bahwa Tesla berkembang pesat berkat klaster industri kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) yang lengkap di kawasan Delta Sungai Yangtze, daya tarik Shanghai bagi talenta kelas atas global, lokasi geografis yang menguntungkan untuk transportasi, dan lingkungan bisnis yang berkualitas tinggi."Faktanya, saat mendirikan pabrik itu, kami juga menaruh perhatian besar pada pertumbuhan rantai pasokan. Kawasan Delta Sungai Yangtze memiliki fondasi dan sumber daya rantai pasokan yang sangat baik, yang juga menjadi fondasi kuat bagi kesuksesan Gigafactory Tesla di Shanghai," ujar Direktur senior manufaktur di Gigafactory Tesla di Shanghai, Song Gang.Dalam delapan bulan pertama tahun ini, Gigafactory Tesla di Shanghai telah mengirimkan lebih dari 600.000 unit kendaraan, melampaui jumlah yang dicapai pada 2021.Pada paruh pertama tahun ini, Tesla telah mengirimkan 889.000 unit kendaraan listrik secara global. Lebih dari separuhnya berasal dari pabrik di Shanghai. Pabrik tersebut menjadi pusat ekspor global untuk Tesla, yang mobil-mobilnya kini laris manis di Asia-Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara.Tesla sedang menggerakkan industri NEV pintar untuk menjadi klaster industri pertama yang bernilai lebih dari 100 miliar yuan di Kawasan Khusus Lin-gang di zona perdagangan bebas percontohan Shanghai."Administrasi Kawasan Khusus Lin-gang membentuk sebuah kelas layanan proyek khusus guna memastikan promosi proyek yang cepat untuk mempersingkat dan mengoptimalkan proses persetujuan secara maksimal. Dalam proses ini, Tesla juga dengan cepat mendorong lokalisasi rantai pasokan," terang Pejabat di administrasi Kawasan Khusus Lin-gang, Lu Yu.Saat ini, Gigafactory Tesla di Shanghai memiliki tingkat lokalisasi rantai industri lebih dari 95 persen, dengan 99,99 persen karyawannya merupakan warga China.Kinerja Tesla mewakili sejumlah besar perusahaan asing yang berkembang di China. Menurut sebuah laporan resmi, lebih dari 80 persen perusahaan asing yang disurvei memperkirakan bahwa tingkat keuntungan investasi di China tahun ini akan stabil atau meningkat.*1 yuan = 2.093 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Ekspor gula India ke China lewat Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru
Indonesia
•
23 Dec 2022

Perdagangan luar negeri Xinjiang naik hampir 60 persen dalam 11 bulan pertama 2022
Indonesia
•
16 Dec 2022

Rusia naikkan ekspor minyak dari pelabuhan Timur, imbangi embargo UE
Indonesia
•
08 Jun 2022

OPEC pangkas proyeksi permintaan minyak global 2024 dan 2025 selama 5 bulan beruntun
Indonesia
•
13 Dec 2024
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
