
PBB sebut China pimpin upaya perlindungan keanekaragaman hayati global

Foto yang diabadikan pada 11 Juli 2022 ini menunjukkan kawanan antelop Tibet di Cagar Alam Nasional Qiangtang di Daerah Otonom Tibet, China barat daya. (Xinhua/Sun Fei)
Perlindungan keanekaragaman hayati global telah ditunjukkan oleh China yang telah bekerja dengan cukup baik di bawah panji peradaban ekologis, sehingga berhasil membawa panda kembali dari kepunahan sekaligus mengurangi emisi karbon dan mengatasi pencemaran udara.
Montreal, Kanada (Xinhua) – Sebagai pemegang presidensi COP15, China menunjukkan kepemimpinan dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati global, kata Inger Andersen, Direktur Eksekutif Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).COP15 mengacu pada pertemuan ke-15 Konferensi Para Pihak (Conference of the Parties/COP) Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati. Pertemuan itu dianggap sebagai pertemuan penting, dengan para delegasi yang diharapkan untuk mengadopsi kesepakatan keanekaragaman hayati global demi mencegah hilangnya keanekaragaman hayati."China sangatlah fenomenal," kata Andersen kepada Xinhua dalam sesi wawancara. China menjadi tuan rumah bagian pertama pertemuan COP15 di Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan, China barat daya, dengan pengadopsian deklarasi Kunming, yang merupakan "dorongan signifikan" dalam pembicaraan terkait keanekaragaman hayati.Setelah memimpin serangkaian pertemuan mengenai Konvensi PBB untuk Memerangi Penggurunan dan Konvensi Ramsar tentang Lahan Basah, "China benar-benar menunjukkan kepemimpinannya di level internasional," katanya."Saya akan berterima kasih kepada China atas kepemimpinannya. Saya pikir itu telah menjadi sesuatu yang cukup luar biasa di masa-masa yang kompleks ini," katanya. "Dan kita melihat betapa kokohnya China dalam hal ini."Di wilayahnya sendiri, China bekerja dengan cukup baik di bawah panji peradaban ekologis, kata Andersen, seraya memuji kebijakan garis merah dan upaya konservasi alam China, termasuk membawa panda kembali dari kepunahan.Dia menambahkan bahwa China juga bekerja dengan giat untuk mengurangi emisi karbon dan mengatasi pencemaran udara.Dalam proses negosiasi, banyak suara telah didengarkan, termasuk suara dari sektor swasta, sektor ilmiah, sektor pendanaan, pemuda, penduduk asli, dan kelompok perempuan."Saya pikir mendengarkan semua suara ini secara bersamaan sangatlah berarti," katanya. "Ini COP yang berbeda. Ini momen transformasi dengan pendekatan sosial yang lebih luas."
Para peserta mengunjungi Paviliun China dalam bagian kedua pertemuan ke-15 Konferensi Para Pihak Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Keanekaragaman Hayati (COP15) di Montreal, Kanada, pada 13 Desember 2022. Paviliun China di bagian kedua COP15 dibuka di Montreal pada 7 Desember. Paviliun China akan menyelenggarakan 26 acara sampingan dengan beragam tema pada 7 hingga 18 Desember. (Xinhua/Lian Yi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Komisaris HAM PBB: Konflik global jadi peringatan bagi masyarakat internasional
Indonesia
•
08 Dec 2023

Ratusan pengguna gabung komunitas mobil listrik BYD di Indonesia
Indonesia
•
28 Aug 2024

Institut Konfusius Universitas Al Azhar Indonesia dan Lemdiklat Polri gelar acara kecakapan kebudayaan
Indonesia
•
20 Jul 2024

Presiden Korsel nyatakan kondisi darurat nasional demografis
Indonesia
•
21 Jun 2024


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
