
Laporan sebut China butuhkan lebih dari 31 juta pekerja manufaktur pintar per 2035

Sejumlah staf melakukan pengawakutuan (debug) terhadap mesin pemotong pelat digital di sebuah bengkel produksi jalur pipa di basis manufaktur pintar di bawah China Offshore Oil Engineering Company di Tianjin, China utara, pada 30 Oktober 2024. (Xinhua/Zhao Zishuo)
Pekerja kerah ungu pada umumnya menunjukkan beberapa karakteristik utama, termasuk pekerjaan utama di lingkungan produksi, kemampuan belajar yang kuat, potensi pertumbuhan karier yang signifikan, serta tingkat pendapatan dan status sosial yang tinggi.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah laporan yang baru diterbitkan mengindikasikan bahwa meningkatnya permintaan China akan pekerja industri manufaktur pintar diproyeksikan akan melampaui 31 juta per 2035, seiring pertumbuhan industri tersebut.Sebuah laporan tentang tren ketenagakerjaan talenta-talenta yang berorientasi pada aplikasi dalam kekuatan produktif berkualitas baru, yang pertama dari jenisnya di China, diterbitkan oleh Universitas Renmin China. Laporan ini bertujuan untuk secara sistematis mengeksplorasi kelompok talenta khusus yang sedang berkembang (emerging), sehingga memberikan referensi bagi perusahaan-perusahaan manufaktur dalam memilih dan membina personel terampil, urai laporan Science and Technology Daily pada Senin (13/1).Individu-individu yang memiliki peran seperti pemimpin tim, teknisi, dan pemeriksa mutu di perusahaan manufaktur pintar, yang di dalam laporan itu disebut sebagai pekerja kerah ungu, menjadi kekuatan pendorong transformasi sektor manufaktur, papar laporan itu.Laporan tersebut menguraikan bahwa pekerja kerah ungu pada umumnya menunjukkan beberapa karakteristik utama, termasuk pekerjaan utama di lingkungan produksi, kemampuan belajar yang kuat, potensi pertumbuhan karier yang signifikan, serta tingkat pendapatan dan status sosial yang tinggi.Mereka menunjukkan kompetensi inti di berbagai bidang, seperti penerimaan teknologi baru, pembelajaran inovatif, integrasi beragam teknologi, dan komunikasi, kata laporan tersebut.Zhao Zhong, kepala Jurusan Ketenagakerjaan dan Sumber Daya Manusia di Renmin University, mengatakan bahwa pertumbuhan kelompok talenta kerah ungu akan mendukung transformasi dan peningkatan industri, yang akan berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi.Menurut laporan tersebut, permintaan China akan pekerja kerah ungu mencapai sekitar 25 juta pada 2022.Selain itu, laporan tersebut juga memperkirakan bahwa permintaan untuk posisi kerah ungu yang membutuhkan gelar sarjana atau lebih tinggi akan meningkat dari 28 persen pada 2022 menjadi 57 persen per 2035.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pfizer proyeksikan pendapatan dan labanya turun tajam pada 2023
Indonesia
•
01 Feb 2023

Tarif impor panel surya yang diterapkan AS hambat aksi perangi perubahan iklim
Indonesia
•
03 Dec 2024

Survei sebut kebangkrutan kedai ramen di Jepang akan lampaui angka 100 pada akhir 2024
Indonesia
•
05 Aug 2024

Menkeu AS: Perekonomian APEC jadi pusat dan masa depan ekonomi dunia
Indonesia
•
15 Nov 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
