Pekerjaan makin fleksibel naikkan pengeluaran perjalanan warga UEA pada 2023

Foto yang diabadikan pada 4 Desember 2022 ini memperlihatkan Museum Istana Al Masmak di Riyadh, Arab Saudi. (Xinhua/Sui Xiankai)
Pekerjaan yang semakin fleksibel, baik dalam hal tempat dan waktu, serta pemulihan yang kuat pasca-COVID-19 mendorong warga Uni Emirat Arab dan Arab Saudi meningkatkan pengeluaran untuk perjalanan mereka pada 2023.
Jakarta (Indonesia Window) – Warga Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi akan meningkatkan pengeluaran untuk perjalanan mereka pada tahun 2023 karena sektor tersebut terus mengalami pemulihan yang kuat pasca-COVID-19. Selain itu, pilihan kerja yang semakin fleksibel dan dapat dilakukan dari jarak jauh juga mendorong orang-orang untuk lebih sering melancong, kata seorang ahli kepada Al Arabiya English pada Selasa (10/1).Raksasa perhotelan Marriott International menemukan bahwa 93 persen orang yang disurvei di kedua negara Timur Tengah itu mengatakan mereka berencana untuk pergi berlibur, dengan sekitar 66 persen mengatakan mereka akan merencanakan lebih banyak istirahat daripada tahun 2022.“Tren perjalanan untuk tahun 2023 lebih menarik dari sebelumnya karena situasi unik yang kami hadapi, karena kami melihat ke depan bagaimana rencana konsumen untuk bepergian tahun ini. Apa yang muncul dengan sangat jelas adalah kebangkitan di sektor ini sebagian besar didasarkan pada peningkatan kepercayaan di antara para pelancong, dengan sebagian besar berencana untuk menghabiskan lebih banyak dari tahun lalu dan permintaan akan kemewahan dari para pelancong di UEA dan Arab Saudi tetap kuat,” kata Neal Jones , Chief Sales and Marketing Officer Marriott International di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.Beberapa tren perjalanan utama diperkirakan akan mendominasi pasar, menurut temuan kelompok perhotelan dari penelitian yang dilakukan oleh Marriott Bonvoy, termasuk akomodasi mewah, perjalanan autentik, kerja sambil liburan (workations atau work away vacations) karena munculnya pekerjaan hybrid dan jarak jauh setelah pandemik, dan ini terus berlanjut.“Kami tahu bahwa perjalanan jauh lebih berarti bagi orang-orang sekarang. Selain mengunjungi destinasi, perjalanan sekarang dapat menjadi rekreasi, pendidikan, dan regeneratif. Kami telah melihat tren yang berkelanjutan dalam keinginan tamu kami untuk bepergian dengan lebih baik – menjadi lebih proaktif, progresif, dan ingin memberikan perubahan positif, dan sambil tetap terlibat dalam eksplorasi global,” kata Jones kepada Al Arabiya English.Lebih lanjut dia mengatakan bahwa wisatawan saat ini menginginkan hubungan yang lebih dalam dengan tempat yang mereka kunjungi, mengenal orang-orang, sejarah, makanan, dan budaya suatu tempat.“Mereka beralih dari keinginan 'bepergian secara baik' (well-travelled) menjadi 'bepergian dengan baik' (travelling well),” ujar Jones.Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

IMF sebut siap bantu rencana pemulihan utang Zimbabwe
Indonesia
•
11 Dec 2023

Feature - Indonesia raih penghargaan The New Destination Champion Award 2026 by LA LISTE
Indonesia
•
29 Nov 2025

Bank Indonesia perkirakan inflasi tahun 2022 capai 4,2 persen
Indonesia
•
15 Jun 2022

Produksi emas China naik 13,09 persen pada 2022
Indonesia
•
25 Jan 2023
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
