
Andalkan ‘platform’ daring untuk kembangkan bisnis, NAVAKA Home tak terjebak 'perang harga'

Para peserta 'KPMI Goes to Industry' menyimak pemaparan bisnis dari pemilik toko furniture NAVAKA Home, Rina Setiawati Subandi, dalam acara yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/10/2024). (Indonesia Window)
Pemanfaatan platform e-commerce online berdampak pada lebih besarnya pangsa pasar daring dibandingkan pelanggan NAVAKA Home yang langsung berkunjung ke toko.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Mengaku 'gaptek' (gagap teknologi), tapi Rina Setiawati Subandi, pemilik toko furniture NAVAKA Home, justru mengandalkan platform e-commerce dalam jaringan (daring) untuk memasarkan produk-produknya hingga menjangkau pasar seluruh Indonesia.“Awalnya saya sering live di Facebook untuk mengenalkan produk-produk NAVAKA. Lalu, pindah ke Instagram, dan akhirnya sekarang lebih banyak memanfaatkan TikTok,” ungkap Rina saat menguraikan perjalanan bisnisnya dalam kegiatan ‘KPMI Goes to Industry’ yang digelar di NAVAKA Home, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Ahad (19/10).KPMI Goes to Industry merupakan program berkala yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Koordinator Wilayah (Korwil) Bogor, dengan mengundang masyarakat umum berkunjung ke lokasi atau fasilitas industri guna membangun sinergi dan kolaborasi di kalangan para pengusaha dan calon pengusaha.Lebih lanjut Rina menerangkan bahwa pemanfaatan platform e-commerce online berdampak pada lebih besarnya pangsa pasar daring dibandingkan pelanggan NAVAKA Home yang langsung berkunjung ke tokonya.“Sekitar 80 persen pelanggan NAVAKA kami dapatkan secara online, dan hanya 20 persen pembeli yang kebanyakan merupakan warga sekitar toko,” ujarnya, seraya menambahkan, ada perbedaan besar antara berjualan secara online dan saat berhadapan dengan calon pembeli secara fisik.
Seorang pengunjung melihat-lihat produk NAVAKA Home, Sabtu (19/10/2024). (Indonesia Window)
Sebuah kendaraan mengangkut produk NAVAKA Home yang akan diantarkan ke pelanggan pada Sabtu (19/10/2024). (Indonesia Window)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei ungkap makin banyak penduduk perkotaan China tingkatkan konsumsi
Indonesia
•
06 Apr 2023

McDonald's bukukan kenaikan laba bersih pada Q4 2022
Indonesia
•
01 Feb 2023

Zona euro berpotensi terhindar dari resesi, tapi Jerman dan Italia masih berisiko
Indonesia
•
15 Feb 2023

Pasar kendaraan berbahan bakar sel China laporkan perkembangan pesat
Indonesia
•
30 Mar 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
