AS sebut telah capai kesepakatan dalam pembicaraan soal Laut Hitam dengan Rusia dan Ukraina

Foto yang diabadikan pada 24 Maret 2025 ini menunjukkan hotel tempat delegasi Amerika Serikat dan Rusia memulai putaran baru pembicaraan di Riyadh, Arab Saudi. (Xinhua/Wang Dongzhen)
Pembicaraan AS-Rusia dan AS-Ukraina juga menyepakati upaya untuk mencapai "perdamaian yang bertahan lama dan abadi."
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina untuk memastikan pelayaran yang aman, menghapus penggunaan kekuatan, dan mencegah penggunaan kapal komersial untuk tujuan militer di Laut Hitam, demikian disampaikan Gedung Putih pada Selasa (25/3).Kesepakatan itu dicapai menyusul pembicaraan tingkat teknis terpisah antara delegasi AS dan Ukraina serta antara delegasi AS dan Rusia, yang digelar pada 23-25 Maret di Riyadh, Arab Saudi.AS akan terus memfasilitasi perundingan antara Rusia dan Ukraina guna mencapai resolusi damai, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai di Riyadh, demikian pernyataan dari Gedung Putih.
Foto yang diabadikan pada 9 Oktober 2023 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Turki tekan AS untuk berhenti dukung kelompok terror PYD/YPG
Indonesia
•
09 Mar 2021

Perusahaan energi Prancis minta warga kurangi pemakaian listrik
Indonesia
•
26 Jun 2022

Telaah – Pandangan masyarakat Timur Tengah terhadap kebijakan Trump di Timur Tengah
Indonesia
•
06 May 2025

Wilayah Makkah umumkan dimulainya kembali izin Iftar Sayim
Indonesia
•
19 Mar 2021
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
