
China waspada terhadap potensi kantor NATO di Jepang

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) Jens Stoltenberg berpidato dalam upacara aksesi Finlandia ke NATO di markas besar NATO di Brussel, Belgia, pada 4 April 2023. Finlandia pada Selasa (4/4) resmi menjadi negara anggota ke-31 NATO, yang sekaligus mengakhiri era non-blok militernya, melalui prosedur aksesi tersingkat dalam sejarah. (Xinhua/Zheng Huansong)
Pembukaan kantor penghubung NATO di Jepang menjadi diskusi antara Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, memicu kekhawatiran akan terganggunya perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik.
Beijing, China (Xinhua) – Asia-Pasifik terletak di luar cakupan geografis Atlantik Utara dan tidak memerlukan replika Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO), demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Jumat (12/5).Wang melontarkan komentar tersebut dalam konferensi pers rutin sebagai tanggapan atas laporan bahwa Menteri Luar Negeri Jepang Yoshimasa Hayashi dan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg masing-masing mengonfirmasi pada sejumlah wawancara bahwa kedua belah pihak sedang mendiskusikan pembukaan kantor penghubung NATO di Jepang.NATO secara terbuka menyatakan dalam banyak kesempatan bahwa pihaknya tetap menjadi aliansi regional dan tidak mengincar terobosan geopolitik, ujar Wang."Kendati demikian, kita menyaksikan NATO terus-menerus memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia-Pasifik, dan bertekad masuk ke timur ke kawasan ini, mencampuri urusan regional dan menghasut konfrontasi blok. Apa yang sebenarnya dilakukan NATO?" kata Wang.Hal ini, menurut Wang, memerlukan kewaspadaan tinggi di antara negara-negara di dunia, khususnya di kawasan Asia-Pasifik. Dia berharap pihak-pihak terkait tidak merusak perdamaian dan stabilitas kawasan hanya demi mengejar apa yang disebut kepentingan geopolitik."Sementara itu, seluruh dunia mengamati dengan saksama apakah Jepang benar-benar ingin menjadi ujung tombak perluasan NATO ke Asia-Pasifik," tuturnya.Asia adalah salah satu kawasan paling damai dan stabil di dunia dan tempat yang menjanjikan untuk kerja sama dan pembangunan, bukan arena pertarungan geopolitik. Mengingat sejarah agresi militer Jepang selama satu abad terakhir, gerakan militer dan keamanan Jepang diawasi dengan ketat oleh negara-negara tetangganya di kawasan Asia dan komunitas internasional, ungkap Wang.Dia mendesak Jepang untuk mengambil pelajaran dari sejarah, tetap berkomitmen pada jalur pembangunan damai, dan menghindari untuk melakukan hal-hal yang dapat merusak kepercayaan serta memengaruhi perdamaian dan stabilitas di kawasan ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Diplomat senior sebut kemitraan China-Rusia tak pernah sasar pihak ketiga
Indonesia
•
23 Feb 2023

Pemilik aset keuangan dunia berjanji kurangi separuh emisi pada 2030
Indonesia
•
08 Feb 2022

PM sementara Lebanon kunjungi Damaskus, gelar pembicaraan dengan pemimpin ‘de facto’ Suriah
Indonesia
•
13 Jan 2025

Jaksa penuntut ICC desak hakim tolak upaya Israel hentikan surat perintah penangkapan Netanyahu
Indonesia
•
23 May 2025


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
