
Menlu Wang Yi: China tidak akan biarkan Taiwan terpisah dari tanah airnya

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan Anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), menghadiri konferensi pers mengenai kebijakan dan hubungan luar negeri China di sela-sela sesi kedua Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) ke-14 di Beijing, ibu kota China, pada 7 Maret 2024. (Xinhua/Cai Yang)
Pemilihan kepemimpinan dan legislatif di Taiwan dianggap merupakan pemilihan lokal China dan hasilnya tidak akan mengubah fakta bahwa Taiwan adalah bagian dari China, dan juga tidak akan mengubah tren historis bahwa Taiwan akan kembali ke pangkuan China.
Beijing, China (Xinhua) – Kebijakan China dalam isu Taiwan sudah jelas, yaitu akan terus mengupayakan reunifikasi damai dengan penuh ketulusan, demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi pada Kamis (7/3)."Prinsip kami juga cukup jelas, yaitu kami tidak akan pernah membiarkan Taiwan terpisah dari tanah airnya (China)," kata Wang dalam sebuah konferensi pers di sela-sela sesi tahunan Kongres Rakyat Nasional (National People's Congress/NPC) yang sedang berlangsung.Merespons pertanyaan media tentang situasi lintas selat setelah pemilihan kepemimpinan dan legislatif di Taiwan, Wang mengatakan bahwa pemilihan tersebut merupakan pemilihan lokal China dan hasilnya tidak akan mengubah fakta bahwa Taiwan adalah bagian dari China, dan juga tidak akan mengubah tren historis bahwa Taiwan akan kembali ke pangkuan China."Suatu saat nanti akan ada foto keluarga dari seluruh komunitas internasional yang seluruh anggotanya menjunjung tinggi prinsip Satu China. Ini hanya masalah waktu," ujarnya.Menyatakan bahwa prinsip Satu China telah menjadi sebuah konsensus di masyarakat internasional, Wang memperingatkan bahwa mereka yang masih bersekongkol dan mendukung "kemerdekaan Taiwan" berarti sedang menantang kedaulatan China, dan negara-negara yang bersikeras untuk mempertahankan hubungan resmi dengan Taiwan dianggap mencampuri urusan dalam negeri China.Aktivitas separatis yang mengupayakan "kemerdekaan Taiwan" tetaplah menjadi faktor yang paling merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, ujarnya."Semakin kuat komitmen terhadap prinsip Satu China, semakin besar pula jaminan perdamaian di Selat ini," katanya.Siapa pun yang terlibat dalam "kemerdekaan Taiwan" di pulau itu akan dimintai pertanggungjawaban sejarah dan siapa pun di dunia yang berkomplot dan mendukung "kemerdekaan Taiwan" akan menerima ganjarannya dan merasakan dampak buruk dari perbuatannya sendiri, ujar Wang.Wang menyerukan kepada semua masyarakat keturunan China untuk menjunjung tinggi kepentingan bangsa China secara keseluruhan, bersama-sama menentang "kemerdekaan Taiwan", dan mendukung reunifikasi damai.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jerman gagal capai target ekspansi untuk tenaga angin darat
Indonesia
•
17 Jan 2024

Taiwan: Perdamaian Selat Taiwan sangat penting bagi stabilitas regional-global
Indonesia
•
05 Aug 2022

Raja Salman tekankan tujuan kepresidenan G20 wujudkan peluang abad 21
Indonesia
•
21 Nov 2020

Kongres AS sahkan kemenangan Trump dalam pilpres empat tahun setelah kerusuhan di gedung Capitol
Indonesia
•
07 Jan 2025


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
