
PBB sahkan resolusi pencabutan keanggotaan Iran dari Komisi Status Perempuan

Foto yang diabadikan pada 14 September 2020 ini menunjukkan tampilan luar markas besar PBB di New York City, Amerika Serikat. (Xinhua/Wang Ying)
Pencabutan keanggotaan Iran dari Komisi Status Perempuan PBB disahkan setelah draf resolusi mengenai hal itu yang diusulkan oleh Amerika Serikat, mengantongi 29 suara ‘mendukung’, delapan menolaknya, dan 16 negara abstain.
PBB (Xinhua) – Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council/ECOSOC) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (14/12) mengesahkan sebuah resolusi terkait pencabutan keanggotaan Iran dari Komisi Status Perempuan PBB.Draf resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat (AS) tersebut mengantongi 29 suara ‘mendukung’. Sementara itu, delapan anggota ECOSOC, termasuk China, menolaknya, dan 16 negara abstain.Resolusi itu menyuarakan kekhawatiran atas Iran yang "menerapkan kebijakan yang jelas bertentangan dengan hak asasi wanita dan anak perempuan dan mandat Komisi Status Perempuan PBB," serta "memutuskan untuk segera mencopot" Iran dari keanggotaan dalam komisi tersebut selama sisa masa tugas 2022-2026.Berbicara sebelum pemungutan suara itu, Deputi Perwakilan Tetap China untuk PBB Geng Shuang menekankan bahwa draf resolusi tersebut "tidak memiliki dasar hukum sama sekali," seraya menyatakan aturan prosedur ECOSOC tidak mencantumkan ketentuan terkait pencabutan keanggotaan dari Komisi Status Perempuan PBB.Pencabutan keanggotaan sebuah negara anggota yang telah dipilih secara demokratis oleh ECOSOC untuk masuk ke dalam komisi itu akan memberikan preseden yang sangat berbahaya, ujar Geng.Draf resolusi tersebut sepenuhnya dipaksakan kepada para delegasi. Sponsor resolusi itu menolak untuk terlibat dalam dialog atau konsultasi ataupun mempertimbangkan pandangan negara-negara anggota. Praktik tersebut sangat bertentangan dengan kesetaraan, demokrasi, keterbukaan, dan transparansi, kata Geng, seraya menambahkan bahwa resolusi itu tidak membantu menyelesaikan masalah apa pun.
Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York City pada 8 Januari 2020. (Xinhua/Li Muzi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ahli: Perang dingin AS-China tak mungkin terjadi, persaingan tak terhindarkan
Indonesia
•
24 Nov 2021

Telaah – Xi ke Washington, Pertanyaan besarnya: Bisakah China-AS lolos dari ‘Thucydides Trap’? (Bagian 2 - selesai)
Indonesia
•
23 Sep 2026

UE rekomendasikan status ‘kandidat' untuk Ukraina
Indonesia
•
17 Jun 2022

China kecam AS yang berkomplot dan dukung separatis ‘kemerdekaan Taiwan’
Indonesia
•
31 Mar 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
