
China dan Sri Lanka berkolaborasi bangun laboratorium pertanian bersama

Foto yang diabadikan menggunakan drone ini menunjukkan para petani sedang memetik daun teh di kebun teh di Desa Erlong di wilayah Yuqing, Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 5 April 2024. (Xinhua/Yang Ying)
Pencegahan dan pengendalian ramah lingkungan mengacu pada praktik pencegahan dan pengendalian hama, penyakit, serta gulma dengan memanfaatkan teknik biologis, ekologis, maupun berkelanjutan, bukannya menggunakan pestisida kimia, dengan tujuan untuk melindungi ekosistem dan kesehatan manusia sekaligus meningkatkan keberlanjutan pertanian.
Guiyang, China (Xinhua) – Sebuah tim peneliti China baru-baru ini mengunjungi Sri Lanka untuk membahas rencana pendirian sebuah laboratorium bersama sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, ungkap Universitas Guizhou pada Senin (8/4).Sri Lanka, yang terkenal dengan praktik pertanian tradisionalnya dan budi daya teh sebagai industri utamanya, bertujuan untuk memajukan popularisasi serta penerapan teknologi pencegahan dan pengendalian ramah lingkungan dengan membangun laboratorium melalui kolaborasi dengan China.Laboratorium tersebut akan memfokuskan penelitiannya pada tiga bidang utama, yang terdiri dari pengurangan pestisida akurat yang didasarkan pada mahadata, teknologi pengendalian biologis untuk hama serangga dan serangan gulma di kebun teh, serta teknologi pemantauan dan pengendalian risiko yang ditujukan untuk residu pestisida teh.Melalui upaya-upaya tersebut, laboratorium itu bertekad menciptakan sebuah sistem yang efisien, ramah lingkungan, aman, serta terkendali untuk pencegahan dan pengendalian ramah lingkungan dalam budi daya teh.Laboratorium tersebut akan didirikan bersama oleh Universitas Guizhou, Universitas Peradeniya, Central China Normal University, dan Institut Penelitian Teh Sri Lanka.
Pemandangan Kota Pelabuhan Kolombo terlihat di Sri Lanka pada 27 Maret 2024. Kota Pelabuhan Kolombo, yang terletak di dekat kawasan pusat bisnis Kolombo, merupakan proyek unggulan yang dianggap sebagai sebuah model kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra antara China dan Sri Lanka. (Xinhua/Xu Qin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China rilis gambar yang diabadikan oleh satelit penginderaan jauh hiperspektral
Indonesia
•
29 Mar 2023

Penelitian: amandemen belerang dapat kurangi kontaminasi tanah
Indonesia
•
10 Aug 2021

Penelitian: Perubahan iklim terjadi sejak lebih dari 8.000 tahun lalu
Indonesia
•
08 Feb 2022

Pakar sebut cetak biru tata kelola global AI usulan China harus ditindaklanjuti
Indonesia
•
04 Nov 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
