Laporan PBB sebut 2,6 triliun dolar AS dibutuhkan hingga 2030 untuk atasi degradasi lahan global

Foto yang diabadikan pada 16 Mei 2024 ini menunjukkan sebuah jalan yang bergelombang di atas tanah berpasir di wilayah Ongniud yang terletak di Kota Chifeng, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Lian Zhen)
Pendanaan untuk restorasi lahan semakin meningkat, namun masih terdapat defisit yang cukup besar, terutama di Afrika. Benua tersebut membutuhkan 191 miliar dolar AS per tahun untuk merestorasi 600 juta hektare lahan yang terdegradasi.
Riyadh, Arab Saudi (Xinhua/Indonesia Window) – Setidaknya 2,6 triliun dolar AS dibutuhkan hingga 2030 untuk memulihkan lebih dari 1 miliar hektare lahan terdegradasi dan meningkatkan ketahanan global terhadap kekeringan, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Memerangi Desertifikasi (UN Convention to Combat Desertification/UNCCD) pada Selasa (3/12).Laporan tersebut, yang bertajuk ‘Berinvestasi untuk Masa Depan Lahan: Kajian Kebutuhan Finansial untuk UNCCD’ (Investing in Land's Future: Financial Needs Assessment for UNCCD), menyoroti bahwa 355 miliar dolar AS per tahun dibutuhkan untuk mengatasi desertifikasi dan degradasi lahan selama periode 2025 hingga 2030. Namun, investasi yang dibutuhkan masih kurang sebesar 278 miliar dolar AS setiap tahunnya.Diluncurkan pada saat berlangsungnya Konferensi Para Pihak ke-16 (16th Conference of the Parties/COP16) untuk UNCCD, laporan tersebut menekankan bahwa pendanaan untuk restorasi lahan semakin meningkat, namun masih terdapat defisit yang cukup besar, terutama di Afrika. Benua tersebut membutuhkan 191 miliar dolar AS per tahun untuk merestorasi 600 juta hektare lahan yang terdegradasi.UNCCD memperkirakan bahwa hingga 40 persen lahan di dunia mengalami degradasi, berdampak pada lebih dari 3,2 miliar orang. Tanpa intervensi keuangan yang cepat, konsekuensi sosial-ekonomi dari degradasi lahan bisa semakin parah, yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan dan migrasi paksa.Laporan itu memperingatkan bahwa pada 2050, hasil panen di beberapa kawasan dapat menurun hingga 50 persen, mendorong lonjakan harga pangan hingga 30 persen dan memperburuk kerawanan pangan, terutama di wilayah-wilayah yang rentan.Namun, berinvestasi dalam restorasi lahan menawarkan keuntungan yang signifikan, menghasilkan keuntungan sosial, lingkungan, dan ekonomi hingga 8 dolar AS untuk setiap dolar yang dibelanjakan, kata laporan itu."Setiap dolar yang diinvestasikan untuk lahan yang sehat setara dengan 1 dolar AS yang diinvestasikan untuk keanekaragaman hayati, iklim, dan ketahanan pangan. Kabar baiknya, dunia dapat menghemat miliaran dolar setiap tahunnya dan menghasilkan triliunan dolar lebih dengan memulihkan lahan menjadi lahan sehat kembali dan meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan," ujar Sekretaris Eksekutif UNCCD Ibrahim Thiaw.*1 dolar AS = 15.972 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Perusahaan migas global prioritaskan Indonesia untuk investasi eksplorasi
Indonesia
•
20 May 2025

‘Output’ emas Zimbabwe capai rekor tertinggi baru pada 2022
Indonesia
•
12 Jan 2023

Fokus Berita – Merek-merek China mendunia dengan pengaruh budaya
Indonesia
•
30 Dec 2023

Guizhou di China barat daya berinovasi dalam mode pengiriman produk lokal ke luar negeri
Indonesia
•
23 Apr 2024
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
