
Peneliti kembangkan masker digital untuk fasilitasi diagnosis anonim dan perlindungan privasi

Seorang pria yang mengenakan masker berolahraga di Victoria Park di Hong Kong, China selatan, pada 8 Maret 2022. (Xinhua/Lo Ping Fai)
Masker digital yang dikembangkan oleh para peneliti dari sejumlah universitas dan institut seperti Universitas Sun Yat-sen dan Universitas Tsinghua didasarkan pada rekonstruksi tiga dimensi (3D) dan algoritma pembelajaran mendalam (deep learning) untuk menghapus secara permanen fitur-fitur yang dapat diidentifikasi, sembari mempertahankan fitur-fitur terkait penyakit yang diperlukan untuk diagnosis.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China mengembangkan masker digital untuk memfasilitasi anonimitas seorang pasien ketika menemui dokter dan mengamankan privasi wajah pasien, menurut sebuah artikel penelitian yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Nature Medicine.Wajah seseorang dapat menunjukkan berbagai fitur fisiologis atau patologis tubuh manusia. Oleh karena itu, informasi wajah penting untuk diagnosis klinis dan pengobatan berbagai penyakit, seperti sistem oftalmologi, kardiovaskular, dan saraf.Selain menjadi salah satu informasi biometrik dari tubuh manusia yang paling penting dan tidak dapat diedit, wajah juga memiliki fungsi pengenalan identitas. Jadi, penyimpanan citra wajah dalam rekam medis menimbulkan risiko privasi karena sensitivitas informasi biometrik pribadi yang dapat diambil dari citra semacam itu.Guna meminimalkan risiko-risiko tersebut, para peneliti dari sejumlah universitas dan institut seperti Universitas Sun Yat-sen dan Universitas Tsinghua mengembangkan masker digital, yang didasarkan pada rekonstruksi tiga dimensi (3D) dan algoritma pembelajaran mendalam (deep learning) untuk menghapus secara permanen fitur-fitur yang dapat diidentifikasi, sembari mempertahankan fitur-fitur terkait penyakit yang diperlukan untuk diagnosis, kata artikel penelitian itu.Dalam studi klinis untuk mengevaluasi masker digital tersebut, teknologi baru itu memenuhi persyaratan diagnosis klinis dan menurunkan tingkat pengenalan identitas ke angka 27,3 persen. Tingkat pengenalan identitas metode masker tradisional untuk melindungi informasi pribadi saat ini lebih tinggi dari 90 persen.Para peneliti juga menemukan bahwa penggunaan masker digital meningkatkan kesediaan pasien yang menderita penyakit mata untuk memberikan citra wajah mereka sebagai informasi kesehatan selama perawatan medis.Hasil ini menunjukkan bahwa masker digital memiliki potensi besar di rumah sakit internet dan telemedisin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

SpaceX berencana kembali lakukan upaya peluncuran roket Starship pada 20 April
Indonesia
•
19 Apr 2023

Ilmuwan China buat robot ikan yang bisa makan mikroplastik
Indonesia
•
20 Jul 2022

SpaceX luncurkan 23 satelit internet Starlink tambahan ke orbit
Indonesia
•
08 Dec 2023

Saudi upayakan listrik berbiaya terendah di dunia
Indonesia
•
27 Jun 2020


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
