
Lebih dari 400 benda peninggalan dari Laut China Selatan memulai debutnya di Hainan

Foto yang diabadikan pada 27 September 2024 ini menunjukkan sebuah benda pameran dalam ekshibisi yang menampilkan lebih dari 400 benda peninggalan dari dua bangkai kapal kuno yang ditemukan di Laut China Selatan di Museum Laut China Selatan (Hainan) China di Qionghai, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Yang Guanyu)
Penemuan arkeologi porselen berwarna Fahua di Laut China Selatan sangat langka, dan merupakan penemuan pertama di sebuah bangkai kapal.
Haikou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah pameran yang menampilkan lebih dari 400 benda peninggalan dari dua bangkai kapal kuno yang ditemukan di Laut China Selatan resmi dibuka pada Jumat (27/9) sore waktu setempat di Qionghai, sebuah kota di provinsi pulau Hainan, China selatan.Berbagai artefak ini, yang terkubur di laut selama lebih dari 500 tahun di kedalaman lebih dari 1.500 meter, dipamerkan untuk pertama kalinya.Berlokasi di Museum Laut China Selatan (Hainan) China, pameran tersebut menempati area seluas hampir 1.000 meter persegi. Total 408 artefak dari dua bangkai kapal kuno itu ditampilkan, berikut 34 artefak yang dipinjam dari Museum Istana dan beberapa museum lainnya, sehingga total benda yang dipamerkan menjadi 442 buah.Koleksi pameran yang paling menarik perhatian adalah porselen berwarna Fahua, dengan menampilkan 13 keping (set). Penemuan arkeologi porselen berwarna Fahua ini sangat langka, dan merupakan penemuan pertama di sebuah bangkai kapal.
Seorang pengunjung mengamati koleksi ekshibisi yang menampilkan lebih dari 400 benda peninggalan dari dua bangkai kapal kuno yang ditemukan di Laut China Selatan di Museum Laut China Selatan (Hainan) China di Qionghai, Provinsi Hainan, China selatan, pada 27 September 2024. (Xinhua/Yang Guanyu)
Seorang pengunjung mengamati benda pameran dalam sebuah ekshibisi yang menampilkan lebih dari 400 benda peninggalan dari dua bangkai kapal kuno yang ditemukan di Laut China Selatan di Museum Laut China Selatan (Hainan) China di Qionghai, Provinsi Hainan, China selatan, pada 27 September 2024. (Xinhua/Yang Guanyu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China bergabung dalam perlombaan rudal baru, bersaing dengan AS dan Rusia
Indonesia
•
20 Oct 2021

COVID-19 - UEA kembangkan teknologi tes cepat COVID-19 dengan laser
Indonesia
•
21 May 2020

Peneliti temukan senyawa dari limbah bunga matahari untuk cegah pembusukan buah
Indonesia
•
24 Nov 2023

COVID-19 – Paxlovid bisa untuk wanita pascamelahirkan yang terinfeksi
Indonesia
•
24 May 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
