
China dan ASEAN tingkatkan kerja sama dalam penggunaan teknologi nuklir secara damai

Foto yang diabadikan pada 13 Juli 2023 ini menunjukkan Linglong One, reaktor air bertekanan modular kecil serbaguna, setelah menyelesaikan uji penerimaan pabrik di Dalian, Provinsi Liaoning, China timur laut. (Xinhua/Zhang Boqun)
Penerapan teknologi nuklir di bidang pertanian dapat menyediakan teknologi dan layanan pemuliaan mutasi tanaman yang diinduksi radiasi untuk penciptaan plasma nutfah baru dan penanaman varietas baru.
Nanning, China (Xinhua) – China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah memperdalam kerja sama di bidang energi nuklir dan penerapan teknologi nuklir selama 10 tahun terakhir, menurut Otoritas Energi Atom China (China Atomic Energy Authority/CAEA).Liu Jing, Wakil Ketua CAEA, menyampaikan pernyataan tersebut dalam Forum China-ASEAN tentang Penggunaan Teknologi Nuklir Secara Damai kedua yang diselenggarakan pada Sabtu (16/9) dan Ahad (17/9) di Nanning, ibu kota Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan."China telah menyediakan produk, layanan, dan solusi teknologi nuklir yang dapat diandalkan bagi negara-negara ASEAN, mendorong pelatihan bagi para tenaga profesional, serta mendukung pengembangan penggunaan teknologi nuklir secara damai," ujar Liu.Berbicara dalam forum tersebut, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan dirinya yakin forum itu dapat mendorong lebih lanjut kerja sama praktis antara negara-negara ASEAN dan China di bidang penerapan teknologi nuklir dan energi bersih.Dia berharap kerja sama tersebut akan meningkatkan kontribusi terhadap penggunaan energi dan teknologi nuklir secara damai serta pembangunan ramah lingkungan.Para pakar dalam forum itu sepakat bahwa China dan negara-negara ASEAN harus terus aktif mendorong kerja sama di bidang penerapan teknologi nuklir.Dalam forum tersebut, CAEA merilis sebuah dokumen tentang solusi China terkait "teknologi nuklir untuk lingkungan yang lebih baik."Dokumen tersebut memaparkan perkembangan industri penerapan teknologi nuklir China, menawarkan solusi China di bidang industri, pertanian, perawatan kesehatan, tata kelola lingkungan, dan keamanan publik.Di bidang pertanian, China dapat menyediakan teknologi dan layanan pemuliaan mutasi tanaman yang diinduksi radiasi untuk penciptaan plasma nutfah baru dan penanaman varietas baru. Berkaitan dengan perawatan kesehatan, China dapat menyediakan solusi satu atap untuk diagnosis pencitraan pengobatan nuklir. Sementara di bidang keamanan publik, China dapat menyediakan solusi skrining penumpang dan bagasi jinjing untuk bandara dan pusat transportasi lainnya, menurut dokumen tersebut."China akan mempercepat penerapan teknologi nuklir di bidang industri, pertanian, kesehatan, dan tata kelola lingkungan, agar dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ujar Liu.Diselenggarakan bersama oleh CAEA dan pemerintah Guangxi, forum edisi tahun ini dihadiri oleh para pakar dan akademisi China dari berbagai perusahaan dan universitas serta lebih dari 400 pakar dari pemerintah, organisasi internasional, perusahaan, dan juga sejumlah universitas di ASEAN dan beberapa negara Asia lainnya.Edisi pertama Forum China-ASEAN tentang Penggunaan Teknologi Nuklir Secara Damai diadakan pada September 2022.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mineral yang kaya molekul air ditemukan dalam sampel Bulan Chang'e-5
Indonesia
•
26 Jul 2024

Menhan Rusia tekankan pembangunan kekuatan nuklir strategis
Indonesia
•
01 Dec 2022

Rusia uji mesin plasma tanpa elektrode untuk misi luar angkasa dalam
Indonesia
•
10 Apr 2026

Roket komersial China CERES-1 Y8 luncurkan satu satelit baru
Indonesia
•
27 Aug 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
