
Studi ungkap gumpalan besar di mantel Bumi mungkin merupakan sisa benturan yang membentuk Bulan

Gerhana Bulan terlihat di atas langit Beijing, ibu kota China, pada 26 Mei 2021. (Xinhua/Xing Guangli)
Mantel-dalam Bumi menyimpan dua objek besar yang mungkin merupakan sisa-sisa pembentukan Bulan sekitar 4,5 miliar tahun lalu.
Shanghai, China (Xinhua) – Sebuah tim ilmuwan internasional dari China dan Amerika Serikat (AS) telah membuat penemuan luar biasa, yang menunjukkan bahwa dua objek besar yang terkubur di mantel-dalam Bumi mungkin merupakan sisa-sisa pembentukan Bulan sekitar 4,5 miliar tahun lalu.Sebuah teori terkemuka menyatakan bahwa Bulan terbentuk ketika sebuah planet seukuran Mars yang dijuluki Theia menabrak Gaia atau Bumi awal, dan benturan tersebut melemparkan lapisan teratas Bumi ke luar angkasa, tempat puing-puing tersebut bergabung kembali dan membentuk Bulan.Para peneliti dari California Institute of Technology, Arizona State University, dan Shanghai Astronomical Observatory (SHAO) yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China telah menemukan bukti baru yang mendukung hipotesis ini dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Kamis (2/11) di jurnal Nature.Mereka mengusulkan bahwa dua anomali seukuran benua dengan kecepatan seismik rendah di mantel terbawah, masing-masing di bawah benua Afrika dan Samudra Pasifik, mungkin berasal dari material mantel Theia (Theia mantle material/TMM), yang pada hakikatnya 2 hingga 3,5 persen lebih padat dibandingkan material mantel proto-Bumi.Dengan menggunakan simulasi benturan besar, tim tersebut mengungkapkan bahwa sebagian kecil dari mantel Theia mungkin terdesak ke dan disimpan di dalam mantel bawah proto-Bumi yang solid setelah terjadinya peristiwa benturan besar yang membentuk Bulan.Mereka menemukan bahwa sisa-sisa Theia, seperti batuan Bulan, kaya dengan zat besi, sehingga membuatnya lebih padat dibandingkan zat di sekitarnya.Gumpalan padat berukuran puluhan kilometer pascabenturan itu mungkin tenggelam dan terakumulasi ke dalam tumpukan termokimia di atas inti Bumi, yang kemudian bertahan hingga sekarang dan menjadi konsekuensi alami dari benturan besar yang membentuk Bulan, menurut penelitian tersebut.Hasil penelitian ini juga memberikan perspektif baru untuk memahami struktur internal Bumi, evolusi jangka panjang Bumi, dan bahkan proses pembentukan tata surya bagian dalam."Benturan besar yang membentuk Bulan tampaknya menjadi asal mula heterogenitas mantel awal dan menandai titik awal evolusi geologis Bumi selama 4,5 miliar tahun," kata Deng Hongping dari SHAO, salah satu penulis dalam penelitian itu."Studi kami mungkin memberikan petunjuk mengenai kelayakhunian eksoplanet di luar tata surya kita," imbuh Deng.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian: Anggur meja dan ‘wine’ sudah ada sejak 11.000 tahun yang lalu
Indonesia
•
06 Mar 2023

Intrusi air asin akan berlangsung lebih awal di Delta Mekong di Vietnam
Indonesia
•
07 Oct 2023

Astronom gunakan LAMOST untuk lacak 1.300 lebih kuasar baru di balik bidang galaksi
Indonesia
•
20 Apr 2025

COVID-19 – Studi: Infeksi dapat ditularkan oleh orang yang divaksinasi lengkap di rumah
Indonesia
•
29 Oct 2021


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
