
China catat 780.000 kasus penyakit langka

Petugas medis menyemangati seorang anak berusia empat tahun yang didiagnosis menderita atrofi otot tulang belakang (spinal muscular atrophy/SMA) setelah menerima suntikan Spinraza di sebuah rumah sakit di Zaozhuang, Provinsi Shandong, China timur, pada 1 Januari 2022. (Xinhua/Guo Xulei)
Penyakit langka di China tercatat mencapai 780.000 kasus hingga akhir September 2023, dengan total penyakit langka yang tercatat dalam katalog penyakit langka di negara itu mencapai 207.
Beijing, China (Xinhua) – Hingga akhir September 2023, sekitar 780.000 kasus penyakit langka (rare diseases) telah tercatat di China sejak diperkenalkannya sebuah sistem informasi layanan diagnosis dan pengobatan penyakit langka pada 2019."Hal ini sangat penting dalam memahami epidemiologi, diagnosis klinis, dan status dukungan medis penyakit langka di China," kata Jiao Yahui, seorang pejabat dari Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) China, dalam Konferensi Penyakit Langka China (China Conference on Rare Diseases) 2023 yang sedang berlangsung.Sekitar 80 persen penyakit langka memiliki hubungan genetik, dan sekitar 50 persen dimulai pada masa kanak-kanak. Meskipun prevalensi penyakit langka individual kemungkinan rendah, jumlahnya yang substansial dapat dikaitkan dengan besarnya populasi China.Pada 2019, sebanyak 324 rumah sakit dipilih untuk membangun jaringan kolaborasi nasional untuk diagnosis dan pengobatan penyakit langka, menerapkan mekanisme konsultasi jarak jauh dan rujukan dua arah. Institusi kesehatan di semua tingkatan wajib mendaftarkan informasi kasus penyakit langka melalui sistem informasi layanan diagnosis dan pengobatan penyakit langka itu.Pada September 2023, China merilis edisi terbaru katalog penyakit langka di negara itu, dengan total penyakit langka yang tercatat dalam katalog tersebut mencapai 207.Penyakit langka ditandai dengan beragamnya gejala dan tanda yang bervariasi, tidak hanya dari satu penyakit ke penyakit lainnya tetapi juga dari pasien ke pasien yang menderita penyakit yang sama.Karena rendahnya prevalensi masing-masing penyakit, keahlian medis dalam kasus ini jarang ditemukan, sementara pengetahuan terbatas, layanan kesehatan tidak memadai, dan penelitian terbatas. Meskipun jumlah keseluruhannya besar, pasien penyakit langka sering kali tidak mendapat diagnosis, pengobatan, dan manfaat penelitian.Gejala yang relatif umum dapat menyembunyikan penyakit langka yang menyebabkan kesalahan diagnosis dan menunda pengobatan. Kualitas hidup seseorang yang mengidap penyakit langka dipengaruhi oleh aspek penyakit yang kronis, progresif, degeneratif, dan seringkali mengancam jiwa.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

SpaceX konfirmasi satelit Starlink alami anomali saat di orbit
Indonesia
•
31 Mar 2026

Stasiun pengisian daya NEV multifungsi di Hefei efektif atasi masalah kekurangan akses
Indonesia
•
19 Jul 2023

Studi di Australia dapati kril antarktika tolak makanan yang terkontaminasi mikroplastik
Indonesia
•
09 Oct 2025

Pemerintahan Biden umumkan program internet berkecepatan tinggi senilai lebih dari 42 miliar dolar AS
Indonesia
•
05 Jul 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
