
Rusia desak AS beri bukti tidak bersalah terkait insiden Nord Stream

Foto dari udara yang disediakan oleh Garda Pantai Swedia (Swedish Coast Guard) pada 27 September 2022 ini menunjukkan kebocoran gas dari Nord Stream di Laut Baltik. (Xinhua/Garda Pantai Swedia)
Penyelidikan kebocoran pipa gas Nord Stream memerlukan upaya yang komprehensif dan independen karena dianggap oleh Rusia sebagai aksi terorisme internasional menyusul jurnalistik yang mengungkap bahwa AS bermitra dengan Norwegia dalam sebuah operasi rahasia pada Juni 2022 untuk memasang bahan peledak berkendali jarak jauh di tiga dari empat pipa gas tersebut.
Moskow, Rusia (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) harus mencoba membuktikan ketidakbersalahannya dalam insiden peledakan pipa gas Nord Stream, demikian disampaikan Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di AS pada Kamis (16/2).Pihak Rusia tidak akan membiarkan dan mengabaikan begitu saja masalah penghancuran infrastruktur energi yang sangat penting ini, terutama mengingat fakta bahwa tidak ada yang diketahui mengenai sisa-sisa bahan peledak di dasar Laut Baltik, ungkap Igor Girenko, sekretaris pers Kedubes Rusia, dalam sebuah pernyataan."Kami menganggap insiden ini sebagai aksi terorisme internasional yang memerlukan penyelidikan komprehensif dan independen. AS, yang mengeklaim sebagai sumber 'kebenaran tertinggi', harus membatalkan tuduhan tak berdasarnya terhadap kami dan mulai bekerja menyelesaikan permasalahan," ujar Girenko.Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada pekan lalu, pemenang Penghargaan Pulitzer Seymour Hersh mengungkap bahwa AS bermitra dengan Norwegia dalam sebuah operasi rahasia pada Juni 2022 untuk memasang bahan peledak berkendali jarak jauh yang menghancurkan tiga dari empat pipa Nord Stream tiga bulan kemudian.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Raja Salman terima suntikan vaksin dosis pertama
Indonesia
•
09 Jan 2021

Kepala intelijen Rusia sebut Moskow tidak terpengaruh oleh intimidasi nuklir AS
Indonesia
•
31 Aug 2024

PM Palestina tolak rencana pengungsian warga Gaza "dengan kedok bantuan"
Indonesia
•
14 Nov 2023

Xi Jinping tekankan praktik Konstitusi China di era baru (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
20 Dec 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
