Partai Demokrat tuduh pemerintahan Trump bohong kepada kongres tentang tujuan AS di Venezuela

Foto yang diabadikan pada 21 Oktober 2025 ini menunjukkan gedung Capitol Amerika Serikat (AS) di Washington DC, AS. (Xinhua/Li Rui)
Penyerbuan AS terhadap Venezuela serta penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah memicu keributan di Kongres AS sendiri.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Para anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat pada Sabtu (3/1) menunjukkan kemarahan dan kegelisahan menyusul penyerbuan AS terhadap Venezuela serta penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu dini hari waktu setempat.Mereka menyatakan bahwa Kongres tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya, dan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah berbohong kepada Kongres mengenai tujuannya di negara Amerika Selatan yang kaya minyak tersebut. Sementara itu, mereka menuntut pengarahan segera mengenai operasi tersebut serta langkah selanjutnya dari Gedung Putih."Menteri Rubio dan Hegseth menatap mata setiap senator beberapa pekan lalu dan mengatakan bahwa ini bukan soal perubahan rezim. Saya tidak memercayai mereka saat itu dan sekarang kita melihat bahwa mereka secara terang-terangan berbohong kepada Kongres," tulis Senator AS Andy Kim dalam sebuah unggahan di X. Tahun lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada anggota Kongres bahwa perubahan rezim di Venezuela bukan tujuan mereka.Jason Crow, anggota House Armed Services Committee (HASC) dan komite intelijen Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dari Partai Demokrat, menyatakan sependapat. "Pemerintahan Trump berulang kali berbohong kepada Kongres dan rakyat Amerika tentang Venezuela. Berkali-kali para pejabat bersaksi bahwa ini bukan tentang perubahan rezim," katanya.Jeanne Shaheen, anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat dari Partai Demokrat, mengatakan pemerintahan Trump telah "secara konsisten menyesatkan" para legislator, sehingga Kongres tidak mengetahui "strategi jangka panjang" AS terkait Venezuela.Senator Chris Coons, tokoh terkemuka dari Partai Demokrat di Subkomite Anggaran Senat Bidang Pertahanan, juga menyatakan bahwa para legislator telah diberikan informasi yang "palsu" oleh pemerintahan tersebut. "Operasi militer untuk menangkap dan menggulingkan seorang presiden, bahkan yang tidak sah sekalipun, merupakan tindakan perang yang harus mendapat otorisasi dari Kongres," katanya.Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer pada Sabtu mengkritik pemerintahan Trump karena tidak meminta otorisasi Kongres sebelum melakukan serangan gegabah itu, serta menuntut pengarahan segera."Pemerintahan Trump tidak meminta otorisasi Kongres untuk penggunaan kekuatan militer dan gagal memberi pemberitahuan yang layak kepada Kongres sebelum operasi di Venezuela," kata Jeffries dalam sebuah pernyataan."Terlalu banyak pertanyaan yang masih belum terjawab," ujar Jeffries, seraya menyerukan adanya bukti untuk "menjelaskan dan membenarkan penggunaan kekuatan militer tanpa otorisasi ini."Menurut Schumer, Gedung Putih "telah meyakinkan saya dalam tiga kesempatan terpisah bahwa mereka tidak mengejar perubahan rezim atau melakukan aksi militer di Venezuela." "Jelas mereka tidak jujur kepada rakyat Amerika," kata Schumer dalam sebuah pernyataan.Menyusul laporan ledakan di Caracas, Senator Partai Demokrat Brian Schatz, anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat, menulis di X bahwa AS tidak memiliki "kepentingan nasional yang vital di Venezuela yang dapat membenarkan perang.""Kita seharusnya sudah belajar untuk tidak kembali tersandung ke dalam petualangan bodoh lainnya saat ini," kata Schatz memperingatkan.Namun demikian, tampaknya para anggota parlemen dari Partai Republik sebagian besar mendukung serangan pemerintahan Trump terhadap Venezuela. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune dan Ketua DPR Mike Johnson mengatakan bahwa mereka menantikan pengarahan terkait kepada Kongres dalam beberapa hari ke depan."Tindakan tegas Presiden Trump ... merupakan langkah awal yang penting untuk membawa dia (Maduro) ke pengadilan atas kejahatan narkoba yang membuatnya didakwa di AS," kata Thune dalam sebuah pernyataan.Serangan terbaru AS terhadap Venezuela serta penangkapan Maduro telah memicu kecaman dan keprihatinan luas dari berbagai penjuru dunia.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

UE capai kesepakatan penting tentang undang-undang AI
Indonesia
•
10 Dec 2023

China serukan negara-negara Asia-Pasifik tidak jadi ujung tombak perluasan NATO
Indonesia
•
13 Jul 2024

COVID-19 – AS catat lebih 2,9 juta kasus pada anak dalam empat pekan terakhir
Indonesia
•
16 Feb 2022

Senator J.D. Vance terima pencalonan dirinya sebagai cawapres AS dari Partai Republik
Indonesia
•
19 Jul 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
