
Konflik dengan Hamas berlanjut, Israel umumkan "keadaan perang"

Foto yang diabadikan pada 8 Oktober 2023 ini memperlihatkan para tentara Israel di Ofakim, Israel selatan. (Xinhua/JINI/Ilan Assayag)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disalahkan karena membentuk pemerintahan ekstrem kanan berisi menteri-menteri propemukim yang mengabaikan hak-hak warga Palestina dan berkontribusi pada meningkatnya kemarahan serta frustrasi di kalangan warga Palestina, faktor yang menjadi penyebab serangan baru-baru ini.
Yerusalem/Gaza (Xinhua) – Kabinet Israel mengumumkan "keadaan perang" pada Ahad (8/10) menyusul serangan mendadak besar-besaran yang dilancarkan Hamas menewaskan sedikitnya 700 orang di Israel sejauh ini. Sementara itu, serangan udara balasan Israel menewaskan sedikitnya 413 orang di Gaza.Serangan udara ekstensif terus dilancarkan militer Israel ke sejumlah target di Gaza pada Ahad, di saat para militan Hamas bertempur dengan tentara Israel di wilayah Israel.Juru Bicara Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) Daniel Hagari mengungkapkan bahwa militan Hamas masih menguasai beberapa lingkungan permukiman di Israel selatan pada Ahad malam, ketika tentara IDF terlibat baku tembak dengan militan tersebut.Zaka, sebuah layanan penyelamatan Israel, mengungkapkan dalam pernyataannya bahwa pihaknya sejauh ini telah mengumpulkan jasad sekitar 260 pria dan wanita muda yang menghadiri Festival Nova, sebuah acara musik luar ruangan yang digelar di daerah pertanian pedesaan dekat pagar perbatasan Gaza-Israel.Banyak pengunjung festival itu dinyatakan hilang pada Ahad malam. Media sosial pun dibanjiri orang-orang yang berusaha mencari kerabat dan teman mereka usai militan Hamas menyerbu festival itu dan lokasi-lokasi lain di daerah tersebut sebagai bagian dari serangan mendadak besar-besaran terhadap Israel yang melibatkan penembakan ribuan roket.
Warga menggotong jenazah anak-anak yang tewas dalam serangan udara Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 8 Oktober 2023. (Xinhua/Khaled Omar)
Pasukan Israel menghancurkan sebuah kantor polisi tempat beberapa militan Hamas bersembunyi di Sderot, Israel selatan, pada 8 Oktober 2023.(Xinhua/JINI)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemimpin partai oposisi Korsel desak PM Jepang tangguhkan rencana pembuangan limbah radioaktif
Indonesia
•
02 Aug 2023

Fokus Berita - Ilmuwan dunia pun terjerat godaan Epstein
Indonesia
•
10 Feb 2026

Menlu AS dan menantu Trump jadi anggota dewan perdamaian Gaza yang dipimpin Trump
Indonesia
•
17 Jan 2026

Seorang pria divonis penjara seumur hidup atas percobaan pembunuhan terhadap Trump
Indonesia
•
05 Feb 2026


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
