
ADB pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia dan Pasifik di tengah perubahan lingkungan perdagangan global

Foto yang diabadikan dengan ponsel ini menunjukkan pemandangan sebuah sudut kota di Jakarta pada 12 Juli 2024. (Xinhua/Xu Qin)
Perekonomian di Asia Tenggara mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan terbesar di tengah melemahnya permintaan global dan meningkatnya ketidakpastian perdagangan.
Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Asian Development Bank (ADB) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi untuk negara-negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik masing-masing sebesar 0,1 dan 0,2 poin persentase untuk 2025 dan 2026, di tengah perubahan lingkungan perdagangan global yang dipengaruhi penerapan tarif dan pembaruan sejumlah perjanjian perdagangan, demikian menurut laporan Prospek Pembangunan Asia (Asian Development Outlook/ADO) untuk September 2025, yang dirilis pada Selasa (30/9).Laporan prospek pertumbuhan ekonomi yang diperbarui tersebut memproyeksikan perekonomian di kawasan Asia dan Pasifik akan tumbuh sebesar 4,8 persen tahun ini dan 4,5 persen tahun depan. Angka ini turun dari proyeksi pada April lalu, yaitu 4,9 persen untuk 2025 dan 4,7 persen untuk 2026.Tarif yang lebih tinggi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS), bersama dengan meningkatnya ketidakpastian perdagangan, diperkirakan akan membebani pertumbuhan di dua kawasan tersebut.Inflasi diperkirakan akan terus mereda hingga menyentuh angka 1,7 persen tahun ini, di tengah harga pangan dan energi yang terus menurun, sebelum akhirnya meningkat tipis hingga 2,1 persen pada tahun depan seiring normalisasi harga pangan."Tarif AS telah ditetapkan pada rekor tertinggi sepanjang sejarah, dan ketidakpastian perdagangan global masih tinggi," ujar Kepala Ekonom ADB Albert Park, memperingatkan."Pertumbuhan di negara-negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik tetap tangguh tahun ini berkat ekspor dan permintaan domestik yang kuat, meskipun memburuknya lingkungan eksternal terus memengaruhi prospek tersebut," tambah Park.Di tengah perubahan lingkungan perdagangan global saat ini, dia mengatakan "sangat penting bagi pemerintah untuk terus mendorong manajemen makroekonomi yang sehat, keterbukaan, dan integrasi regional yang lebih luas."Tarif tinggi AS yang dikenakan terhadap ekspor India mulai Agustus diperkirakan akan membebani pertumbuhan. ADB memproyeksikan ekonomi India tumbuh sebesar 6,5 persen untuk tahun 2025 dan 2026, dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya pada April yang ditetapkan sebesar 6,7 persen tahun ini dan 6,8 persen tahun depan.Perekonomian di Asia Tenggara mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan terbesar di tengah melemahnya permintaan global dan meningkatnya ketidakpastian perdagangan. Pertumbuhan di subkawasan ini kini diproyeksikan sebesar 4,3 persen untuk tahun 2025 dan 2026, turun 0,4 poin persentase dibandingkan dengan proyeksi pada April.Sementara itu, proyeksi pertumbuhan untuk kawasan Kaukasus dan Asia Tengah mencatat sedikit peningkatan untuk tahun ini menjadi 5,5 persen, sementara proyeksi untuk tahun depan dipangkas 0,1 poin persentase menjadi 4,9 persen, terutama mengingat produksi minyak dan gas yang lebih rendah di beberapa negara di subkawasan tersebut.Untuk perekonomian di kawasan Pasifik, proyeksi pertumbuhan ekonomi telah dinaikkan 0,2 poin persentase menjadi 4,1 persen tahun ini, di tengah peningkatan output pertambangan. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan subkawasan tersebut untuk tahun depan diturunkan menjadi 3,4 persen, dari semula diproyeksikan sebesar 3,6 persen pada April karena ekspektasi output sumber daya yang lebih lemah dan ekspor komoditas yang lebih rendah.Risiko utama yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan di kawasan Asia dan Pasifik meliputi ketidakpastian yang masih berlangsung terkait kebijakan perdagangan AS, terutama soal kemungkinan penerapan tarif pada sektor semikonduktor dan farmasi, serta negosiasi perdagangan antara AS dan China yang belum mencapai kesepakatan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Generasi muda China tawarkan solusi pembangunan hijau melalui kewirausahaan dan inovasi
Indonesia
•
07 Nov 2022

Bank sentral Australia naikkan suku bunga jadi 4,35 persen
Indonesia
•
08 Nov 2023

Negara Pasifik buat mata uang digital kurangi ketergantungan pada dolar
Indonesia
•
15 Sep 2019

Harga minyak jatuh, di tengah rencana KTT Biden-Putin soal Ukraina
Indonesia
•
21 Feb 2022


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
