Alibaba akan investasikan 53 miliar dolar as dalam 3 tahun ke depan untuk infrastruktur Cloud dan AI

Pengunjung melihat-lihat produk komputasi awan (cloud computing) dan penerapannya di Konferensi APSARA 2024 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur, pada 19 September 2024. (Xinhua/Huang Zongzhi)
Pertumbuhan Alibaba Cloud terutama didorong oleh peningkatan pendapatan public cloud yang mencapai dua digit, dengan produk-produk terkait AI mencapai pertumbuhan tiga digit (yoy) selama enam kuartal berturut-turut.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Alibaba Group pada Senin (24/2) mengumumkan bahwa pihaknya akan menginvestasikan lebih dari 380 miliar yuan atau sekitar 53 miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur perangkat keras cloud dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam tiga tahun ke depan guna memanfaatkan pertumbuhan pesat industri AI.*1 yuan = 2.249 rupiah**1 dolar AS = 16.300 rupiahAngka investasi tersebut melebihi total pengeluaran Alibaba untuk cloud dan AI dalam satu dekade terakhir. Selain itu, investasi ini juga merupakan investasi terbesar yang pernah dilakukan oleh sebuah perusahaan swasta China dalam pembangunan infrastruktur perangkat keras cloud dan AI.Pengumuman itu disampaikan di tengah pertumbuhan pesat industri AI di China dan setelah sebuah simposium perusahaan-perusahaan swasta yang dihadiri oleh jajaran pemimpin terkemuka China pada 17 Februari.Pertumbuhan AI yang pesat telah jauh melebihi ekspektasi, sementara industri ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) domestik yang berkembang cepat menunjukkan potensi yang sangat besar, ungkap CEO Alibaba Group Eddie Wu. "Alibaba akan melakukan segala upaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur perangkat keras cloud dan AI guna mendorong perkembangan seluruh industri."Investasi besar ini diharapkan dapat mendorong kepercayaan diri industri-industri terkait dan menegaskan komitmen teguh Alibaba untuk berinvestasi pada masa depan, kata Alibaba.Alibaba Group pada Kamis (20/2) mengonfirmasi pertumbuhan pendapatan kuartalannya yang tercepat dalam lebih dari setahun, yang didukung oleh pertumbuhan bisnis komputasi awan (cloud computing) dan investasi di bidang AI.Pendapatan Alibaba untuk kuartal yang berakhir pada 31 Desember 2024 tumbuh sebesar 8 persen ke angka 280,15 miliar yuan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar.Secara khusus, pendapatan dari bisnis komputasi awannya mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir, naik 13 persen secara tahunan (year on year/yoy) ke angka 31,74 miliar yuan.Pertumbuhan Alibaba Cloud terutama didorong oleh peningkatan pendapatan public cloud yang mencapai dua digit, dengan produk-produk terkait AI mencapai pertumbuhan tiga digit (yoy) selama enam kuartal berturut-turut, papar Alibaba Cloud.Alibaba Cloud, perusahaan komputasi awan terkemuka di Asia, merilis empat generasi foundation model-nya, yakni Qwen, yang merupakan foundation model sumber terbuka (open-source) dengan performa terbaik."Kami akan terus berfokus pada tiga kategori bisnis, yaitu e-commerce domestik dan internasional, komputasi AI+cloud, serta bisnis platform internet. Kami yakin bahwa strategi kami yang terfokus ini akan mendorong pertumbuhan yang solid dan berkelanjutan untuk Alibaba Group," ujar Wu dalam sebuah pertemuan dengan para investor dan analis. Dia juga menambahkan bahwa era AI menunjukkan kebutuhan infrastruktur terkait yang jelas dan besar.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Feature – Mencicipi bihun siput Luosifen khas Guangxi China yang mulai jajaki pasar Indonesia
Indonesia
•
21 Jun 2024

Harga minyak turun tipis terimbas penguncian baru China akibat COVID
Indonesia
•
10 Jun 2022

Trump sebut tarif 25 persen untuk Meksiko dan Kanada mulai berlaku pada 4 Maret
Indonesia
•
04 Mar 2025

Laporan: 8 juta orang di kota-kota besar China berkomuter lebih dari 50 km setiap hari
Indonesia
•
21 Oct 2024
Berita Terbaru

Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba
Indonesia
•
30 Jan 2026

Teknologi PaMER hasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi, rendah karbon
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026
