
Pesawat ‘sport’ ringan AG50 modifikasi buatan China rampungkan penerbangan perdana

Pesawat sport ringan AG50 yang telah dimodifikasi melakukan penerbangan perdana di sebuah bandar udara di Jingmen, Provinsi Hubei, China tengah, pada 9 Desember 2024. (Xinhua/AVIC)
Pesawat sport ringan AG50 memiliki dua tempat duduk, dirancang untuk klub dirgantara, perusahaan penerbangan umum, sekolah pelatihan, dan pilot swasta.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – AG50 yang telah dimodifikasi, pesawat sport ringan (light sport aircraft/LSA) generasi baru China, sukses melakukan penerbangan perdana pada Senin (9/12), demikian disampaikan Aviation Industry Corporation of China (AVIC).Pesawat AG50 yang telah dimodifikasi tersebut melakukan penerbangan di sebuah bandara di Jingmen, Provinsi Hubei, China tengah. Penerbangan berlangsung stabil dan semua sistem pesawat bekerja dengan baik, kata AVIC, produsen pesawat terbang terkemuka di negara itu.Langkah ini menandai rampungnya modifikasi AG50, serta masuknya pesawat yang telah dimodifikasi itu ke dalam tahap uji terbang validasi kelayakan udara, kata AVIC.LSA AG50 dengan dua tempat duduk versi orisinal, yang dikembangkan oleh Lembaga Penelitian Kendaraan Khusus di bawah naungan AVIC, merampungkan penerbangan perdananya pada Agustus 2020. Pesawat tersebut dirancang untuk klub dirgantara, perusahaan penerbangan umum, sekolah pelatihan, dan pilot swasta.Proyek pesawat AG50 yang dimodifikasi dimulai pada Februari 2023, setelah menerima umpan balik dari pasar dan permintaan pelanggan, kata AVIC.Dibandingkan dengan AG50 versi orisinal, pesawat yang dimodifikasi ini memiliki volume tangki bahan bakar sayap yang lebih besar dan jangkauan terbang maksimumnya telah diperpanjang dari 650 kilometer menjadi 1.200 kilometer, menurut Liu Chong, kepala perancangnya.Ekor pesawat (empennage) dan kemudinya telah dioptimalkan untuk meningkatkan kinerja operasional, dan lampu navigasi ditambahkan ke ujung sayapnya guna meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, kata Liu.Pesawat AG50 yang telah dimodifikasi ini merupakan anggota baru dari keluarga pesawat terbang umum buatan China, dan akan digunakan dalam olahraga dirgantara, operasi pertanian dan kehutanan, pelatihan penerbangan, penerbangan pribadi, dan banyak lagi, menurut pihak pengembangnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan restorasi profil kaisar China kuno via analisis genetik
Indonesia
•
01 Apr 2024

Tes darah dengan teknologi AI bisa deteksi dini kanker payudara
Indonesia
•
20 Jul 2025

Penelitian: Lebah madu berasal dari Afrika, berevolusi di Asia
Indonesia
•
04 Dec 2021

Studi: Polusi mikroplastik ancam ketahanan pangan global
Indonesia
•
30 Mar 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
