
Petani Prancis tetap gelar aksi unjuk rasa kendati sudah dijanjikan bantuan baru

Para petani Prancis menutup jalan raya dengan traktor mereka dalam aksi unjuk rasa di Longvilliers di dekat Paris, Prancis, pada 29 Januari 2024. (Xinhua/Aurelien Morissard)
Petani Prancis memprotes rendahnya pendapatan, birokrasi yang berlebihan, dan "persaingan yang tidak sehat" dari negara-negara lain.
Paris, Prancis (Xinhua) – Meski sudah dijanjikan bantuan baru oleh pemerintah Prancis, ribuan petani di negara tersebut melanjutkan aksi pemblokiran di kota-kota besar pada Rabu (31/1) saat mereka memprotes rendahnya pendapatan, birokrasi yang berlebihan, dan "persaingan yang tidak sehat" dari negara-negara lain.Sebanyak delapan jalan raya menuju Paris masih ditutup sebagian akibat aksi unjuk rasa tersebut. Di jalan raya A6 yang berjarak beberapa kilometer dari Rungis, pasar grosir makanan utama di Paris, konvoi traktor dicegat oleh satu unit mobil van kepolisian dan dua unit kendaraan lapis baja. Ketegangan meningkat saat 15 pengemudi traktor ditahan karena menghambat arus lalu lintas, lapor stasiun radio dan televisi Franceinfo.Di sekitar Lyon, para petani melanjutkan aksi unjuk rasa usai menutup sebagian jalan raya A89 pada Selasa (30/1) malam waktu setempat. Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat hampir 100 titik blokade didirikan oleh sekitar 10.000 petani yang dikerahkan di seantero negara tersebut pada Rabu siang waktu setempat. Namun, tidak ada laporan bentrokan dengan pihak kepolisian."Tidak ada alasan ... untuk memblokade kota ini atau kota itu. Ini buruk bagi semua orang," ujar Menteri Pertanian Prancis Marc Fesneau kepada Sud Radio pada Rabu pagi.Dia mengumumkan bahwa pemerintah akan menyediakan dana tambahan sebesar 80 juta euro atau setara 86,9 juta dolar AS untuk mendukung wilayah-wilayah penghasil wine, seraya menambahkan bahwa Perdana Menteri Prancis Gabriel Attal akan mengumumkan proposal baru "pada akhir pekan."
Para petani Prancis menutup jalan raya dengan traktor mereka dalam aksi unjuk rasa di Longvilliers di dekat Paris, Prancis, pada 29 Januari 2024. (Xinhua/Aurelien Morissard)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Xi balas surat mahasiswa, serukan revitalisasi pedesaan China
Indonesia
•
04 May 2023

Jaringan transplantasi organ ilegal terbongkar di Turki
Indonesia
•
13 Dec 2021

Sekjen PBB desak Israel hentikan pelanggaran kedaulatan dan integritas teritorial Suriah
Indonesia
•
23 Dec 2024

COVID-19 – Presiden Bashar Assad ingin ikut uji vaksin Rusia
Indonesia
•
08 Oct 2020


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
