
Populasi penguin Adelie di lepas pantai Antarktika timur turun drastis

Seekor penguin Adelie terlihat di dekat Stasiun Antarktika Zhongshan pada 9 Januari 2015. (Xinhua/Bai Yang)
Populasi sebuah koloni besar penguin Adelie di lepas pantai Antarktika Timur menurun 43 persen dalam satu dekade terakhir, dengan jumlah sarang yang dihuni berkurang dari 176.622 menjadi 99.946 pada periode tersebut.
Canberra, Australia (Xinhua) – Sejumlah ilmuwan Antarktika terkemuka Australia melaporkan penurunan pesat populasi penguin Adelie.Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Divisi Antarktika Australia (Australian Antarctic Division/AAD) pada Selasa (11/10), populasi sebuah koloni besar penguin Adelie di lepas pantai Antarktika Timur menurun 43 persen dalam satu dekade terakhir.Sejumlah ahli ekologi dari AAD, yang dipimpin oleh Louise Emmerson dan Colin Southwell, menyurvei 52 pulau di sepanjang garis pantai 100 kilometer.Mereka menemukan bahwa jumlah sarang yang dihuni berkurang dari 176.622 menjadi 99.946 pada periode tersebut. Temuan mereka berbeda dengan populasi penguin Adelie lainnya di Antarktika timur yang jumlahnya stabil.Adelie, spesies penguin yang paling luas persebarannya, dapat ditemukan di sepanjang pesisir Antarktika. Berbagai pemodelan telah memperkirakan populasi tertentu yang diamati AAD akan terus bertumbuh.Sejumlah peneliti menyimpulkan perubahan kondisi lingkungan sebagai penyebab penurunan tersebut."Kami menduga penurunan populasi ini awalnya dipicu oleh mencairnya es laut musim panas yang terjadi secara luas selama lima tahun di area yang berdekatan dengan koloni itu pada pertengahan 2000-an, yang menghambat akses ke area mencari makan bagi penguin dewasa dan hampir tidak ada anakan penguin yang bertahan hidup," kata Emmerson dalam rilis media."Frekuensi terjadinya kondisi perkembangbiakan yang tidak menguntungkan ini kemudian tetap tinggi, dan kelangsungan hidup penguin muda juga mulai menurun. Kedua proses ini secara bersama-sama menghasilkan penurunan populasi yang lebih cepat dibandingkan yang diperkirakan jika proses itu terjadi secara terpisah."Dia memperingatkan bahwa semakin kecil populasi, semakin sulit bagi setiap individu untuk bertahan hidup."Mungkin pepatah lama bahwa keselamatan akan terwujud bila jumlah populasi banyak saat ini sedang dialami oleh penguin muda di Samudra Selatan yang luas dan kondisinya keras, meskipun mengapa dan bagaimana tepatnya hal itu terjadi masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut," kata Emmerson.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim peneliti China rilis peta karbon organik untuk kawasan tanah hitam global
Indonesia
•
25 Nov 2023

Ilmuwan Australia singkap cara sel imun deteksi bakteri, buka jalan bagi vaksin yang lebih baik
Indonesia
•
11 Dec 2025

Penelitian ungkap kondisi jantung jadi pembunuh utama di pantai Australia
Indonesia
•
25 Mar 2024

COVID-19 – Ahli: Mayoritas pasien pulih karena kekebalan alami
Indonesia
•
30 Oct 2020


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
