Presiden Meksiko sebut negaranya akan terus kirim minyak ke Kuba

Foto yang diabadikan pada 30 Desember 2025 ini menunjukkan dekorasi Tahun Baru di Lapangan Zocalo di Mexico City, ibu kota Meksiko. (Xinhua/Li Mengxin)

Keputusan untuk terus mengirim minyak ke Kuba sejalan dengan kebijakan luar negeri bersejarah Meksiko, dan pengiriman minyak merupakan bagian dari keputusan kedaulatan negara.

 

Mexico City, Meksiko (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Rabu (28/1) mengonfirmasi pemerintah akan terus mengirim minyak ke Kuba, meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat (AS).

Dalam sebuah konferensi pers di Istana Nasional Meksiko, Sheinbaum menekankan keputusan itu sejalan dengan kebijakan luar negeri bersejarah Meksiko, dan pengiriman minyak merupakan bagian dari keputusan kedaulatan negara.

Menurut Sheinbaum, pengiriman dilakukan melalui kontrak antara perusahaan minyak milik negara, Petroleos Mexicanos (Pemex), dan sebuah institusi pemerintah Kuba, sebagai bagian dari bantuan kemanusiaan Meksiko untuk Kuba. Pemex bertanggung jawab menentukan pengiriman sesuai kontrak, imbuhnya.

Sheinbaum menanggapi spekulasi baru-baru ini bahwa Meksiko tunduk pada tekanan AS untuk menghentikan pengiriman minyak, yang muncul setelah sebuah laporan Bloomberg menyebutkan pengiriman minyak pada Januari ditangguhkan.

"Saya tidak pernah mengatakan apa pun mengenai apakah (pengiriman) itu ditangguhkan ... Itu interpretasi yang muncul belakangan berdasarkan sebuah artikel surat kabar," ujar sang presiden, seraya membantah adanya keputusan resmi terkait hal itu.

Meskipun Sheinbaum menegaskan kembali komitmen kemanusiaan Meksiko terhadap Kuba, dia menolak memberikan penjelasan soal apakah pengiriman mendatang akan mencakup minyak, seraya menyatakan keputusan seperti itu akan bergantung pada kesepakatan khusus antara kedua negara.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait