
Presiden Mesir sebut pemindahan warga Palestina dari Gaza akan picu kehancuran Barat

Warga Palestina terlihat usai kembali ke area Sheikh Radwan yang hancur di sebelah utara Gaza City pada 6 November 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Pemindahan penduduk Palestina dari Jalur Gaza akan menghancurkan perjuangan Palestina dan mendorong ratusan ribu orang menuju Eropa dan negara-negara Barat.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi pada Sabtu (24/1) memperingatkan bahwa pemindahan lebih dari 2 juta warga Palestina dari Jalur Gaza akan memicu dampak keamanan, ekonomi, dan sosial yang serius bagi Eropa dan dunia Barat.
Berbicara dalam acara peringatan Hari Kepolisian Mesir ke-74, Sisi mengatakan pemindahan penduduk Gaza tersebut akan menghancurkan perjuangan Palestina dan mendorong ratusan ribu orang menuju Eropa dan negara-negara Barat.
Dia memperingatkan bahwa hal itu akan menimbulkan konsekuensi berat yang tidak mampu ditanggung oleh siapa pun.
Sisi menekankan perlunya menghentikan praktik-praktik sistematis terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan, seraya menegaskan kembali penolakan Mesir terhadap segala upaya untuk memindahkan mereka dari tanah airnya.
Dia juga menyerukan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan, pelaksanaan penuh fase kedua dari perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung, serta rekonstruksi segera di wilayah tersebut guna menjamin kehidupan yang bermartabat bagi para penduduknya.
Sisi mengatakan Mesir mengerahkan segala upaya untuk memastikan gencatan senjata dilaksanakan sepenuhnya dan berkomitmen menggagalkan setiap upaya untuk menghindarinya.
Pemerintahan Trump tahun lalu mengumumkan rencana perdamaian tiga fase yang mencakup 20 poin dan bertujuan mengakhiri konflik Israel-Hamas yang pecah pada Oktober 2023. Gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Oktober 2025. Namun, selama fase pertama kesepakatan tersebut, kedua pihak berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran.
Sebelumnya pada bulan ini, pemerintahan Trump mengumumkan dimulainya fase kedua dari rencana perdamaian tersebut, dengan fokus yang bergeser dari gencatan senjata ke demiliterisasi, tata kelola teknokratis, dan rekonstruksi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Afrika Selatan desak badan peradilan PBB untuk hentikan serangan Israel di Gaza
Indonesia
•
12 Jan 2024

Dua eks menhan China dijatuhi hukuman mati atas tuduhan suap
Indonesia
•
07 May 2026

Diplomat Hongaria janji jadikan Majelis Umum PBB lebih berdampak
Indonesia
•
13 Sep 2022

Karhutla di tengah panas ekstrem dan angin kencang picu evakuasi di wilayah dekat Athena, Yunani
Indonesia
•
12 Aug 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
