Badan Antariksa China sebut perkembangan program eksplorasi berawak China di Bulan berjalan lancar

Roket pengangkut Lijian-1 Y3 yang membawa lima satelit lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 23 Januari 2024. China pada Selasa (23/1) meluncurkan roket pengangkut Lijian-1 Y3 yang membawa lima satelit. Roket itu lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada pukul 12.03 Waktu Beijing (11.03 WIB) dan mengirimkan sekelompok satelit ke orbit yang telah direncanakan. Peluncuran ini menandai misi penerbangan ketiga bagi seri roket pe...
Program eksplorasi berawak China di Bulan berjalan lancar, dengan roket Long March-10, pesawat antariksa berawak Mengzhou, wahana pendarat (lander) Lanyue, dan pakaian pendaratan di Bulan kini berada dalam tahap pengembangan purwarupa.
Beijing, China (Xinhua) – Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Kamis (29/2) mengatakan bahwa perkembangan program eksplorasi berawak negara itu di Bulan berjalan lancar, dengan roket Long March-10, pesawat antariksa berawak Mengzhou, wahana pendarat (lander) Lanyue, dan pakaian pendaratan di Bulan kini berada dalam tahap pengembangan purwarupa.China berencana mendaratkan astronautnya di Bulan sebelum 2030 untuk melakukan eksplorasi ilmiah. Rencana tersebut meliputi peluncuran dua roket pengangkut secara terpisah, yang masing-masing digunakan untuk mengirim sebuah pesawat luar angkasa berawak dan sebuah wahana pendarat Bulan ke orbit Bulan. Pesawat luar angkasa dan wahana pendarat Bulan tersebut akan saling melakukan pertemuan (rendezvous) dan penambatan (docking), kemudian para astronaut akan masuk ke wahana pendarat.Long March-10, roket pengangkut baru yang menggunakan hidrogen cair, oksigen cair, dan kerosin sebagai propelan, terutama dikembangkan untuk mengirim pesawat luar angkasa dan wahana pendarat ke orbit transfer Bumi-Bulan.CMSA juga mengumumkan dua misi pesawat antariksa berawak ke stasiun luar angkasa China pada 2024, yang masing-masing akan dilakukan oleh pesawat antariksa berawak Shenzhou-18 dan Shenzhou-19.Para kru untuk dua misi berawak itu telah dipilih, dan proses pelatihan terkait kedua misi tersebut sedang berlangsung, sementara kru Shenzhou-17 dijadwalkan pulang ke Bumi pada April tahun ini, urai CMSA.CMSA menuturkan bahwa proyek-proyek kerja sama internasional dengan berbagai lembaga, termasuk Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Luar Angkasa, akan terus diupayakan.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

IEA: Emisi CO2 terkait energi global catat rekor tertinggi baru pada 2022
Indonesia
•
03 Mar 2023

Tim ilmuwan China kembangkan lidah buatan untuk ukur tingkat kepedasan
Indonesia
•
28 Nov 2025

Minyak daur ulang dari ‘hotpot’ diubah jadi bahan bakar jet
Indonesia
•
01 Mar 2023

Ilmuwan China ungkap cara padi beradaptasi terhadap suhu dingin, dukung teori evolusi Lamarckisme
Indonesia
•
28 May 2025
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
