
Australia buka fasilitas untuk lindungi 13 juta spesimen keanekaragaman hayati

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 13 Juni 2025 ini menunjukkan laci berisi spesimen kumbang sebagai bagian dari Koleksi Serangga Nasional Australia di Canberra, ibu kota Australia. (Xinhua/CSIRO
Pusat keanekaragaman hayati Diversity menyimpan salah satu koleksi burung Australia dan Papua Nugini terbanyak di dunia, arsip serangga yang dalam jumlah besar, serta spesimen-spesimen lain yang diawetkan selama 150 tahun, untuk mendukung biosekuriti, konservasi, ketahanan iklim, dan pengelolaan lingkungan.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Badan ilmu pengetahuan nasional Australia membuka sebuah pusat keanekaragaman hayati untuk melindungi lebih dari 13 juta spesimen.Berlokasi di Canberra, ibu kota Australia, gedung baru tersebut diberi nama Diversity. Fasilitas ini menggabungkan Koleksi Satwa Liar Nasional Australia dan Koleksi Serangga Nasional Australia disatu bangunan dalam ruang penyimpanan yang suhunya terkontrol, tahan api, dan tahan hama, ungkap sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (14/8) oleh Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization/CSIRO).Diversity menyimpan salah satu koleksi burung Australia dan Papua Nugini terbanyak di dunia, arsip serangga yang dalam jumlah besar, serta spesimen-spesimen lain yang diawetkan selama 150 tahun, untuk mendukung biosekuriti, konservasi, ketahanan iklim, dan pengelolaan lingkungan."Mereka merupakan kekuatan tersembunyi yang mendukung segala hal, mulai dari melacak serangan hama hingga menemukan spesies baru dan memahami keragaman genetik ekosistem asli Australia," kata Direktur Eksekutif CSIRO Doug Hilton.Dilengkapi dengan laboratorium genomika dan digitisasi canggih, fasilitas bernilai 90 juta dolar Australia itu akan memungkinkan para peneliti dan masyarakat ilmuwan di seluruh dunia untuk mengekstrak DNA, mengambil gambar beresolusi tinggi, serta berbagi data, papar CSIRO.*1 dolar Australia = 10.523 rupiahDidanai bersama oleh CSIRO dan Departemen Pendidikan Australia, proyek tersebut dimulai pada 2022, dengan durasi pembangunan yang memakan waktu lebih dari dua tahun dan durasi pemindahan 13 juta spesimen yang memakan waktu satu tahun, kata CSIRO.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Obat suntik terbaru stabilkan kadar obat utama Parkinson selama tujuh hari
Indonesia
•
15 Jul 2025

China luncurkan pusat komunikasi untuk soroti perlindungan harimau dan macan tutul liar
Indonesia
•
07 Jan 2025

Penemuan fosil periode Jura di China ungkap wawasan baru perihal asal-usul parasit
Indonesia
•
11 Apr 2025

Ilmuwan China temukan gen baru di balik penyakit darah langka
Indonesia
•
31 Aug 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
