Ratusan bangau leher hitam habiskan musim dingin di China barat daya

Kawanan bangau leher hitam terlihat di Cagar Alam Nasional Bangau Leher Hitam Dashanbao di Kota Zhaotong, Provinsi Yunnan, China barat daya, pada 1 November 2022. (Xinhua/Wu Taiping)
Bangau leher hitam, salah satu spesies yang berada di bawah perlindungan negara kelas satu di China, baru-baru ini terlihat di cagar alam nasional di Provinsi Yunnan, China barat daya, yang merupakan habitat musim dingin paling signifikan sekaligus stasiun transfer bagi spesies ini yang bermigrasi di Dataran Tinggi Guizhou-Yunnan.
Kunming, China (Xinhua) – Lebih dari 100 ekor burung bangau leher hitam atau black-necked crane yang bermigrasi, salah satu spesies yang berada di bawah perlindungan negara kelas satu di China, baru-baru ini terlihat di cagar alam nasional di Provinsi Yunnan, China barat daya, menandai periode musim dingin mereka.Hingga pukul 19.00 pada Selasa (1/11), lebih dari 100 ekor bangau berleher hitam, bersama dengan lebih dari sepuluh spesies burung migran lainnya, telah tiba di Cagar Alam Nasional Bangau Leher Hitam Dashanbao Yunnan, menurut biro administrasi cagar alam tersebut.Dibandingkan dengan jumlah yang tercatat tahun lalu, tahun ini mencatat kedatangan lebih awal dari kawanan bangau langka itu dan peningkatan jumlah batch pertama black-necked crane untuk menghabiskan musim dingin, menurut biro itu.Cagar alam tersebut, yang terletak di Distrik Zhaoyang, Kota Zhaotong, merupakan habitat musim dingin paling signifikan sekaligus sebagai stasiun transfer bagi burung bangau leher hitam yang bermigrasi di Dataran Tinggi Guizhou-Yunnan.Selama beberapa tahun terakhir, cagar alam tersebut berupaya keras untuk menerapkan langkah-langkah konservasi, seperti perlindungan dan restorasi lahan basah serta pembangunan basis sumber makanan, guna terus meningkatkan lingkungan ekologisnya bagi burung-burung yang bermigrasi.Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata lebih dari 1.500 ekor black-necked crane terlihat tiba di cagar alam itu untuk menghabiskan musim dingin, sementara itu jumlah burung migran lainnya juga meningkat berkat upaya-upaya konservasi setempat tersebut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap penurunan salinitas danau di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
06 Aug 2023

Laporan sebut China masuk jajaran 10 negara paling inovatif
Indonesia
•
24 Nov 2023

Jejak kaki dinosaurus berukuran kecil ditemukan di China barat laut
Indonesia
•
09 Aug 2024

Mengenal kuda Przewalski, spesies yang sempat punah di China dan kini didatangkan kembali
Indonesia
•
27 Sep 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
