
RD Kongo gelar vaksinasi mpox tahap kedua

Seorang warga setempat menerima vaksinasi mpox di Goma, ibu kota Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo bagian timur, pada 25 Oktober 2024 (Xinhua/Alain Uaykani)
RD Kongo menggelar vaksinasi mpox tahap pertama pada 5 Oktober di provinsi-provinsi yang paling terdampak, terutama menargetkan tenaga kesehatan.
Goma, RD Kongo (Xinhua/Indonesia Window) – Republik Demokratik (RD) Kongo pada Jumat (25/10) meluncurkan program vaksinasi mpox tahap kedua.RD Kongo menggelar vaksinasi mpox tahap pertama pada 5 Oktober di provinsi-provinsi yang paling terdampak, terutama menargetkan tenaga kesehatan. Sejak saat itu, 40.574 dari 45.957 orang telah divaksinasi di negara tersebut, dengan cakupan 88,3 persen, sebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat.Menurut otoritas kesehatan setempat, tahap baru vaksinasi ini diperuntukkan bagi orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus, termasuk para pekerja seks komersial dan orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien di seluruh negeri.
Seorang anak yang terjangkit mpox terlihat di sebuah rumah sakit di wilayah Nyiragongo dekat Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo bagian timur, pada 15 Agustus 2024. (Xinhua/Zanem Nety Zaidi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar: Kolaborasi komunikasi-hukum kunci sukses capai tujuan bersama
Indonesia
•
22 May 2022

Kamboja sulap bekas ladang ranjau jadi lahan subur untuk pertanian, urbanisasi, dan pembangunan
Indonesia
•
28 Nov 2024

COVID-19 – Thailand setujui vaksin Astrazeneca untuk penggunaan darurat
Indonesia
•
22 Jan 2021

Hamas tuding Israel halangi evakuasi pasien, perparah krisis tabung oksigen
Indonesia
•
18 Feb 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
