
PM Hongaria peringatkan rencana UE akui Ukraina pada 2030 berpotensi picu perang dengan Rusia

Foto yang diabadikan pada 12 Juni 2025 ini menunjukkan warga Ukraina yang memegang foto para tentara yang hilang meminta bantuan dari tawanan perang Ukraina yang dibebaskan. (Xinhua/Peter Druk)
Rencana UE mengakui Ukraina sebagai anggotanya pada 2030 berpotensi memaksa blok tersebut terlibat dalam perang dengan Rusia.
Budapest, Hongaria (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban pada Senin (8/12) memperingatkan bahwa rencana Uni Eropa (UE) untuk mengakui Ukraina sebagai anggotanya pada 2030 berpotensi memaksa blok tersebut terlibat dalam perang dengan Rusia."Awan gelap mulai berkumpul di Eropa. Brussel sedang bersiap untuk menghadapi perang dengan Rusia, dan mereka sudah menetapkan tanggal target untuk terlibat dalam konflik: 2030," kata Orban dalam sebuah unggahan di platform media sosial X.Tujuan dari program peningkatan persenjataan (rearmament) yang diluncurkan oleh Brussel adalah agar "UE bersiap untuk perang pada 2030," tahun yang sama yang ditargetkan untuk "percepatan aksesi Ukraina ke UE," paparnya.Orban menyebut bahwa menerima sebuah negara yang sedang mengalami konflik bersenjata dapat memiliki implikasi keamanan langsung bagi negara-negara anggota, menyebut soal ketentuan-ketentuan dalam perjanjian UE tentang bantuan timbal balik.PM Hongaria tersebut menuturkan bahwa keputusan-keputusan semacam itu akan membentuk lingkungan keamanan Eropa dalam beberapa tahun ke depan dan memperingatkan bahwa pemilihan parlemen Hongaria pada 2026 kemungkinan menjadi pemilihan terakhir di mana negara tersebut dapat memengaruhi posisinya terkait isu-isu perang dan perdamaian."Semua ini menunjukkan bahwa pemilihan parlemen Hongaria tahun depan mungkin menjadi yang terakhir di mana kita benar-benar dapat memutuskan antara perang dan perdamaian," sebut Orban. "Jika kita membuat pilihan yang salah pada 2026, maka pada pemilihan periode berikutnya di 2030 akan sudah terlambat untuk memperbaikinya."Orban menyimpulkan bahwa beberapa tahun mendatang akan menjadi masa yang menentukan bagi Hongaria dan menyerukan agar tetap mempertahankan apa yang dia anggap sebagai sikap properdamaian.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Inspeksi sistem pembuangan air terkontaminasi nuklir PLTN Fukushima rampung
Indonesia
•
05 Jul 2023

Sekjen PBB sebut pencegahan adalah cara paling efektif untuk akhiri terorisme
Indonesia
•
20 Jun 2023

China rilis buku putih tentang kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra
Indonesia
•
11 Oct 2023

KTT G7 ditutup di Hiroshima di tengah aksi protes yang semakin intens
Indonesia
•
22 May 2023


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
