
Reruntuhan kompleks lumbung di jalur air kuno ditemukan di China utara

Foto dari udara yang diabadikan pada 19 Maret 2023 ini menunjukkan wisatawan mengunjungi tanggul bunga persik di sepanjang Kanal Besar (Grand Canal) di Distrik Hongqiao, Tianjin, China utara. (Xinhua/Zhao Zishuo)
Reruntuhan kompleks lumbung di jalur air kuno yang berasal dari era Dinasti Yuan (1271-1368) ditemukan di Kota Tianjin, China utara.
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah kompleks lumbung untuk transportasi biji-bijian melalui jalur air yang berasal dari era Dinasti Yuan (1271-1368) ditemukan di Kota Tianjin, China utara. Demikian diumumkan oleh pusat konservasi warisan budaya kota tersebut pada Kamis (19/12).Reruntuhan tersebut, yang terletak di Hexiwu, Distrik Wuqing, diyakini sebagai sisa-sisa kompleks lumbung kekaisaran di sepanjang Kanal Besar (Grand Canal), yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Reruntuhan itu menjadi reruntuhan dari era Dinasti Yuan yang pertama ditemukan di China, menurut pusat konservasi tersebut.Proses penggalian di lokasi itu dimulai pada September tahun ini, setelah pusat konservasi tersebut dan Museum Wuqing bersama-sama melakukan investigasi awal selama beberapa bulan.Yin Chenglong, seorang peneliti dari pusat konservasi tersebut yang memimpin proses penggalian itu, mengatakan bahwa lumbung yang mereka temukan merupakan sebuah klaster yang memiliki 12 fondasi bangunan yang membentuk pelataran penyimpanan.Sebagai penemuan terkini dalam arkeologi Kanal Besar China kuno, lumbung kekaisaran tersebut dapat memberikan bukti fisik baru tentang pembentukan dan perkembangan China yang bersatu dan multietnis pada zaman kuno, kata para pakar.Reruntuhan tersebut merupakan bagian dari Situs Shisicang, yang secara harfiah berarti ‘Empat Belas Lumbung’ dalam bahasa Mandarin. Situs ini terutama berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan distribusi untuk pengangkutan biji-bijian dari selatan ke utara pada saat itu, dan kemudian berkembang menjadi pusat logistik penting bagi daerah selatan dan utara China.Penemuan ini menunjukkan Dinasti Yuan mampu mengalokasikan pengangkutan gandum ke seluruh negeri melalui sistem transportasi kanal, menurut Chen Yong, seorang arkeolog sekaligus mantan direktur di pusat konservasi tersebut.Kanal Besar, yang menghubungkan Beijing dan Kota Hangzhou di China timur memiliki sejarah lebih dari 2.500 tahun dan merupakan jalur air buatan terpanjang di dunia. Kanal Besar berfungsi sebagai jalur transportasi penting di China kuno dan dimasukkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO di China pada 2014.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi baru sebut diabetes tipe 2 disebabkan oleh "maladaptasi"
Indonesia
•
06 May 2026

China rilis peta global pertama terkait amonia di atmosfer yang diamati oleh satelit Fengyun
Indonesia
•
12 Dec 2023

Tim ahli kembangkan teknologi antarmuka otak-komputer untuk identifikasi batas-batas tumor otak
Indonesia
•
08 Sep 2025

China miliki 18 situs baru dalam daftar Lahan Basah yang Penting bagi Dunia
Indonesia
•
03 Feb 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
